PDI-P Minta Parpol Lain Tak Bajak Ganjar, Pengamat: Mungkin Dipertahankan, Namun Bukan untuk Pilpres

Dedi menilai, dukungan penuh elite PDI-P akan tetap jatuh kepada Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPR Puan Maharani.


zoom-inlihat foto
Ganjar-Pranowo-saat-menyambangi-kantor-Tribun-Network-Jakarta-Pusat.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menanggap pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto agar partai lain tidak membajak Ganjar Pranowo bukan sebagai bentuk dukungan dari PDI-P terhadap Ganjar untuk Pilpres 2024.

Dedi menilai, dukungan penuh elite PDI-P akan tetap jatuh kepada Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPR Puan Maharani.

"Bukan berarti bahwa pernyataan Hasto memungkinkan PDI-P mengusung Ganjar. Saya kira prioritas PDI-P tetap saja mengusung Puan Maharani, kalau dilihat dari sisi potensi, dari sisi peluang keterusungan, hingga dari sisi kapasitas Puan Maharani secara nasional hari ini," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/6/2022).

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Kolase Tribunnewswiki/TRIBUNNEWS.COM)

Dedi mengatakan, pernyataan Hasto menunjukkan bahwa PDI-P tetap mempertahankan Ganjar sebagai kader.

Meski demikian, terkait Ganjar akan diusung pada Pilpres, Dedi belum melihat hal tersebut.

"PDI-P dalam konteks mempertahankan Ganjar mungkin iya, tetapi untuk konteks mengusung Ganjar belum tentu," ujar dia. 

Di sisi lain, pernyataan tersebut juga dapat diartikan bahwa Hasto meminta semua kader PDI-P solid.

Hasto menegaskan bahwa Ganjar tetap kader PDI-P dan tidak ada partai politik yang bisa merebutnya.

"(Hasto) meminta supaya parpol lain untuk tidak melakukan manuver manuver atau menggoda dari kader PDI-P," ucap dia.

Baca: Politisi PDI-P Sentil Ganjar Pranowo : Tunggu Arahan Megawati, Jangan Terlalu Nafsu Jadi Presiden

Baca: Ganjar Tak Diundang Halalbihalal PDI-P Jateng, Pengamat: Imbas Perseteruan Celeng dan Banteng

Sementara itu, PDI-P besar kemungkinan tetap mengusung Puan pada kontestasi Pilpres.

Sebab, meski elektabilitas Puan cenderung rendah saat ini, tidak menutup kemungkinan meningkat pada tahun berikutnya.

"Catatan IPO, sendiri meskipun elektabilitas Puan Maharani masih di angka 2,4 persen dan itu saya kira cukup bagus untuk 2022," kata Dedi.

"Karena kalau intensitas promosinya berlangsung sepanjang setahun ke depan, bisa saja justru Puan akan masuk ke jajaran 5-4 besar tokoh nasional di kandidasi 2024," ucap dia.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan soal bagaimana sikap PDI-P jika Ganjar Pranowo direbut partai lain untuk Pilpres 2024.

"Partai punya tugas untuk menggembleng setiap anggota dan kadernya, bukan membajak kader dari partai lain, dan itulah bagian dari prinsip yang harus dikedepankan," kata Hasto menjawab pertanyaan tersebut saat ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved