TRIBUNNEWSWIKI.COM - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Junimart Girsang menyentil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI-P wajib, agar mengikuti arahan ketua umum Megawati Soekarnoputri terkait calon presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Wajib. Kalau dia petugas partai, harus tegak lurus. Kalau kita A, ibu (Megawati) bilang B, ya kita harus B dong. Enggak bisa A," ujar Junimart saat ditemui di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (6/6/2022), dikutip dari Kompas.com.
Junimart meminta Ganjar dan kader PDI-P lain tidak terburu-buru perihal pengusungan capres.
"Tenang-tenang saja, 'saya juga mau jadi Presiden'. Ya boleh saja ibu (Megawati) menunjuk saya capres, boleh dong kenapa enggak. Santai saja, jangan terlalu kelihatan kita terlalu bernafsu menjadi Presiden," tuturnya.
Baca: Politisi PDI-P Semprot Ganjar, Sebut 8 Tahun Jadi Gubernur Hanya Main Medsos : Apa Kinerjanya?
Baca: Ganjar Tak Diundang Halalbihalal PDI-P Jateng, Pengamat: Imbas Perseteruan Celeng dan Banteng
Di sisi lain, Junimart tidak menjawab gamblang saat ditanya mengenai kemungkinan PDI-P melayangkan teguran terhadap Ganjar perihal pencapresan ini.
Dirinya hanya menyebut, publik bisa menebak apakah Ganjar ditegur atau tidak.
"Saya tidak bilang sudah atau belum. Tapi kan publik bisa merasakan teguran. Saya tidak mengatakan ada atau tidak. Tapi publik merasakan melihat sudah ada atau tidak teguran itu. Itu bahasa saya," imbuh Junimart.
Berdasarkan hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei menunjukan elektabilitas Ganjar sebagai capres selalu berada di peringkat tiga besar.
Ia bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Nama Ganjar terus mencuat diusung menjadi capres.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)