Ridwan Kamil Tulis Pesan Sendu Soal Kebaikan Eril: Jadi Kapan Kita Pulang

Inilah pesan sendu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mendiang anaknya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril


zoom-inlihat foto
Gubernur-Jawa-Barat-Ridwan-Kamil-dan-putranya-Emmeril-Kahn-Mumtadz-Eril.jpg
Kolase Tribunnnewswiki
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan putranya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalam sebuah unggahan Ridwan Kamil menuliskan pesan kebaikan Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, putra sulungnya.

Ridwan Kamil juga menyisipkan foto dan video aktivitas Eril ketika membagikan nasi bungkus sampai membelikan baju baru untuk anak yatim.

Gubernur Jawa Barat ini menuliskan sisi kebaikan Eril lewat catatan panjang berjudul KAPAN KITA PULANG.

Berikut isi catatan Ridwan Kamil terkait putranya Eril:

"Bismillah dan mohon maaf,

Ijinkan saya selaku ayahanda Eril, untuk memberi kesaksian atas kiprah dan semangat hidupnya selama ini.

Saya tahu betul, Eril jika masih ada, pasti tidak terlalu senang jika amal atau kebaikannya diceritakan.

Namun sesuai saran ulama,

ini adalah kewajiban saya selaku ayah, dan ini adalah hak dari Eril yang sudah berpulang yang wajib ditunaikan.

Inilah berjuta alasan juga, kenapa kami sudah sangat mengikhlaskan kepergiannya.

Semoga berkenan dan semoga semua bisa memetik hikmahnya.

Jazakallah. Hatur Nuhun" tulis Ridwan Kamil, Minggu malam (5/6/2022).

Isi Catatan Ridwan Kamil tentang Eril

Berikut ini catatan yang ditulis Ridwan Kamil sebagaimana dikutip Tribunnews.com:

"KAPAN KITA PULANG

Kisah tentang Eril, anak lelaki kesayangan kami, hakekatnya adalah cerita tentang kita semua. Hakekat bahwa semua dari kita, pasti akan pulang. Dengan waktu, tempat dan cara yang kita tidak akan pernah selalu tahu.

Hidup di dunia ini sesungguhnya adalah tentang perjalnan bukan tujuaan. Dan seperti cerita setiap perjalnan, kisah selalu dimulai dari sebuah titik awal. Dan kisah akan selesai di sebuah titik akhir. Dan untuk setiap yang datang, pasti akan ada saatnya untuk kembali pulang.

Agar perjalan selamat, maka petunjuk jalan dan bekalnya harus kita siapkan. Petunjuk jala adalah keimanan Bekal perjalanan adalah anfauhum linnas yaitu tas berisi pahala ama--amal kebaikan kita.

Itulah hakekat cerita Ananda Eril

Kami sekeluarga sudah mengikhlaskan, bahwa sesungguhnya ia sudah selesai dengan perjalanannya. Paripurna hidupnya dengan segala amalannya. Ia berpulng kepada pemilik sesungguhnya sesuai jadwalnya.





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved