TRIBUNNEWSWIKI.COM - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, kebijakan pemerintah melonggarkan penggunaan masker masih kurang tepat.
Pasalnya, situasi pandemi virus corona di Indonesia belum cukup aman.
Penularan Covid-19 masih terjadi, meski dalam jumlah kecil.
"Kita belum dalam kondisi yang cukup aman untuk betul-betul melakukan pelonggaran dalam artian pembebasan masker," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (17/5/2022).
Dicky kemudian mengingatkan, varian Omicron B.1.1.529 kini sudah bermutasi menjadi berbagai bentuk yakni BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3.
Maka, sekalipun angka vaksinasi Covid-19 di tanah air sudah terbilang tinggi, masker tetap diperlukan untuk perlindungan.
Di negara-negara yang mulai melonggarkan pemakain masker, cakupan vaksinasi dosis ketiganya rata-rata sudah melampaui 70 persen.
Adapun, di Indonesia capaian vaksinasi booster baru sekitar 20 persen.
"Indonesia kan belum (cakupan vaksin booster belum capai 70 persen), jadi saya kira ini harus berhati-hati, terutama melihat situasi setempat," ujar Dicky.
Baca: Hadapi Gelombang Pertama, Korea Utara bahkan Tak Punya Vaksin Covid-19
Baca: Satgas Sebut Indonesia Tak Lagi dalam Kondisi Darurat Covid-19
Dicky mengatakan, melepas masker di area terbuka tak menjamin seseorang tidak tertular virus.
Pasalnya, virus corona bisa menular melalui udara.
Area terbuka yang sirkulasi udaranya tak cukup baik bisa saja menjadi tempat penyebaran virus.
"Outdoor-nya harus disertai dengan bahwa sirkulasi udara di tempat itu bagus. Jadi tidak serta merta outdoor itu aman," jelas dia.
Kemudian, penggunaan masker merupakan protokol kesehatan yang paling mudah dan murah dalam mencegah penularan Covid-19.
Maka, ia menyarankan pemerintah bersabar dan tak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker.
"Saya kira harus bijak dan tidak terburu-buru. Harus betul-betul dikendalikan dengan terukur dulu, bersabar," kata Dicky.
Diberitakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker lantaran situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan perbaikan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)