Profesour Unair Sebut Hewan yang Kena Wabah PMK Tetap Aman Dikonsumsi

Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur dan Aceh meresahkan masyarakat secara luas.


zoom-inlihat foto
pasar-hewan-jelang-hari-raya-qurban.jpg
Serambi Indonesia/HENDRI
Ilustrasi ternak sapi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur dan Aceh meresahkan masyarakat secara luas.

Terkait dengan hal itu, Prof. Mustofa Helmi Effendi dari Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) memberikan edukasi seluk beluk PMK dan penanggulangannya.

"Virus ini berasal dari hewan berkuku belah dari negara yang belum bebas PMK. Virus ini bukan dari daging," kata Prof. Helmi melansir laman Unair, Jumat (13/5/2022), dikutip dari Kompas.com.

Ilustrasi. Petugas memberikan vaksin ke ternak sapi
Ilustrasi. Petugas memberikan vaksin ke ternak sapi (SURYA.CO.ID/Farid Mukarrom)

Kendati Indonesia juga mengimpor daging dari India dan Brazil, Prof. Mustofa mengatakan dalam proses impor legal pasti sudah dilakukan pengecekan oleh Rumah Potong Hewan (RPH).

Dengan begitu dapat dipastikan penyebaran PMK bukan berasal dari daging.

Baca: Adenovirus

Baca: Hantavirus

Prof. Mustofa mengatakan, dimungkinkan adanya ilegal impor hewan berkuku belah kecil, seperti kambing atau domba yang membawa PMK ini.

"Silakan dimakan, aman, tetapi direbus atau dilayukan dahulu," tutur dia.

Teknik merebus dapat mematikan virus penyebab PMK yang ada pada hewan berkuku belah yang sering dikonsumsi, seperti sapi, kambing, dan domba.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved