Apa Itu Hepatitis Akut ? Begini Gejala yang Ditimbulkan dan Cara Pencegahannya

Penjelasan terkait apa itu hepatitis akut dan gejala-gejala yang ditimbulkan serta cara pencegahannya


zoom-inlihat foto
tribunnewscomtunnewscom.jpg
tribunnews.com
Ilustrasi Hepatitis - Kasus hepatitis akut yang terjadi pada anak-anak saat ini belum ada yang bisa memastikan penyebabnya, berikut gejala Hepatitis akut.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hepatitis akut adalah penyakit peradangan pada liver yang disebabkan oleh infeksi virus.

Hepatitis akut menyerang lebih banyak pria daripada wanita.

Usia berapapun bisa mengalami kondisi ini.

Tanda-tanda dan gejala dari hepatitis akut muncul begitu cepat, di antaranya yakni kelelahan, mual, nafsu makan menurun, perut merasa tidak nyaman (nyeri hati), urin keruh dan penyakit kuning, gejala menyerupai flu, hingga penurunan berat badan tanpa sebab.

Hepatitis akut kerap tak menimbulkan gejala, sehingga membuat penderitanya tak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan fungsi hati.

Baca: Ini Gejala Hepatitis Akut Misterius yang Saat Ini Merebak Menyerang Anak-anak

Baca: Kemenkes Terima Laporan 4 Tambahan Kasus Diduga Hepatitis Akut di Luar Jakarta

Kendati begitu, terdapat beberapa gejala umum yang dapat menandakan kondisi hepaptis akut, yakni;

- Demam

- Kelelahan

- Rasa tidak enak badan (malaise)

- Nafsu makan menurun

- Muntah

- Sakit perut

- Diare

- Penyakit kuning

- Urine berwarna lebih gelap

- Feses berwarna pucat

ILUSTRASI hepatitis pada anak
ILUSTRASI hepatitis pada anak (via Metro UK)

Ketika telah memasuki fase hepatitis kronis, penderita mungkin akan mengalami gejala kerusakan hati, seperti pembengkakan pada perut (asites), penurunan berat badan, nyeri otot, mudah memar dan mengalami pendarahan, hingga hilang kesadaran.

Gaya hidup dan pengobatan rumahan dapat membantu penderita mengatasi hepatitis akut.

Berikut tipsnya:

- Kebersihan. Kebersihan yang baik adalah kunci utama untuk menghindari hepatitis.

Jika berpergian ke daerah yang diragukan kebersihannya, maka hindarilah meminum air lokal, Es, hidangan laut, buah dan sayuran mentah

- Sementara itu, hepatitis yang menular melalui darah yang terkontaminasi dapat dicegah melalui:

• Tidak berbagi jarum obat-obatan

Tidak berbagi alat cukur

Tidak menggunakan sikat gigi orang lain

Tidak menyentuh sembarang darah

- Lebih lanjut, penggunan vaksin adalah kunci kedua dari menghindari hepatitis.

Vaksin tersedia untuk pencegahan perkembangan hepatitis A dan B.

Para ahli sedang mengembangkan vaksin untuk melawan hepatitis C, D dan E. 

Sebelumnya diberitakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan adanya sekitar 22 dugaan kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Tarik Jasarevic, juru bicara WHO, dalam konferensi pers di Jenewa, Senin (2/5/2022).

"Pada 1 Mei, setidaknya 228 kasus (hepatitis) yang mungkin dilaporkan ke WHO dari 20 negara dengan lebih dari 50 kasus tambahan sedang diselidiki," papar Tarik.

Dilansir dari situs SehatNegeriku dari website Menkes, penyakit hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit tersebut.

Meski belum diketahui pasti penyebab penyakit Hepatitis Akut pada Anak , Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, yang merupakan dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV, dll.

Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut pada Anak. 

Hal ini disampaikan pada keterangan pers di Jakarta (5/5).

Baca: Fakta Terkini Seputar 3 Kasus Kematian Diduga akibat Hepatitis Akut Misterius di Jakarta

Baca: Hari Hepatitis Sedunia

“Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut, sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan” ungkap dr. Nadia.

Pada ketiga kasus ini, anak berusia 2 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia 8 mendapatkan vaksinasi COVID-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan hepatitis lengkap. Ketiganya negatif COVID-19. Berdasarkan hasil investigasi juga didapati bahwa satu kasus memiliki penyakit penyerta.

Yg usia 2 thn vaksin hepatitis dan yg 8 (covid 1 kali dna vaksinhep lengkap) dan 11 (covid dan hepatitis lengkap)

“sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa kita golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat tadi, tetapi masuk pada kriteria pending klasifikasi karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan” ucap dr. Nadia

Selain Itu, tambah dr. Nadia tidak ditemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga lain dari ketiga anak. Dan tidak ditemukan anggota keluarga lain yang memiliki gejala sama. Keluhan utama yang disampaikan dari saluran cerna, mengalami keluhan mual, muntah, dan diare hebat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. 

Hepatitis akut adalah penyakit peradangan pada liver yang disebabkan oleh infeksi virus.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Rakli/Ka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved