TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan serangan rudal Rusia ke ibu kota Ukraina, Kiev, harus ditanggapi dengan serius.
Ucapan itu keluar setelah Rusia nekat menembakkan dua rudal ke Kiev hari Kamis malam, (29/4/2022).
Padahal, saat itu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres tengah mengunjungi Kiev.
"Moskow mengklaim telah melakukan gencatan senjata di Mariupol. Namun, pengeboman terhadap pejuang yang mempertahankan kota itu terus terjadi. Ini adalah kejahatan perang yang nyata dilakukan Rusia di depan seluruh dunia," kata Zelenskiy dikutip dari The Guardian, (28/4/2022).
"Pengeboman terhadap Mariupol bahkan tidak berhenti ketika Sekjen PBB tengah menggelar perundingan di Moskwa. Dan hari ini, segera setelah pembicaraan kami di Kiev berakhir, rudal Rusia terbang ke kota itu. Lima rudal."
Menurut Zelenskiy, serangan rudal ke Kiev telah menunjukkan sikap Rusia terhadap lembaga dunia.
Kata dia, Rusia berusaha mempermalukan PBB dan apa pun yang mewakili organsasi internasiol itu.
Oleh karena itu, Zelenskiy mengatakan serangan itu harus ditanggapi dengan serius.
Baca: Di Tengah Kunjungan Sekjen PBB, Ibu Kota Ukraina Dihantam Rudal Rusia
Baca: Volodymyr Zelensky
"Tindakan Rusia menembakkan Rudal ke Ukraina—Kiev, Fastiv, Odesa, dan kota-kota lainnya—sekali lagi membuktikan bahwa kita tidak boleh lengah dalam menjaga keamanan. Kita boleh bisa berpikir bahwa perang telah usai. Kita masih harus berjuang. Kita masih harus mengusir tentara pendudukan."
Dalam pidatonya, Zelenskiy juga berterima kasih kepada Amerika Serikat (AS) atas bantuan militernya.
"Bantuan dari AS diperlukan," kata dia. "Secara bersama-sama, kita pasti bisa menghentikan agresi Rusia dan mempertahankan kemerdekaan di Eropa."
Korban luka
Melansir pemberitaan dariThe Guardian, serangan rudal tersebut dilaporkan telah melukai sepuluh warga Kiev.
Wali Kota Kiev Vitali Klitscho mengatakan salah satu rudal meledak di pusat Distrik Shevchenkivskyi.
Baca: Tak Tinggal Diam, Kanada Bakal Gunakan Aset Rusia yang Disita untuk Bantu Korban Perang di Ukraina
Baca: Pasukan Rusia Rebut Desa-desa di Ukraina Timur, Putin Bersumpah Akan Tepati Tujuan Militernya
Rudal itu menghantam gedung berlantai 25 yang menjadi tempat tinggal warga.
Satgas Darurat Ukraina mengatakan rudal meledak sekitar pukul 20.13 waktu setempat.
"Akibat rudal musuh, api muncul di bangunan perumahan warga berlantai 25 dan mengancurkan sebagian lantai 1 dan 2," kata Satgas itu melalui Telegram, dikutip dari The Guardian.
Namun, satu jam kemudian Satgas berhasil memadamkan api, sedangkan tim SAR tetap bertugas mencari korban dan melakukan penyelamatan.
(Tribunnewsiwki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini