Anak Krakatau Berstatus Siaga, Warga Pesisir Selatan Jawa dan Sumatera Diminta Waspada Tsunami

Hal tersebut menyusul naiknya status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari waspada (level II) ke siaga (level III).


zoom-inlihat foto
anakkratauerupsi.jpg
KOMPAS/RIZA FATHONI
Ilustrasi foto erupsi Gunung Anak Krakatau.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat di pesisir pantai selatan Jawa dan Sumatera mewaspadai potensi gelombang tsunami, terutama di malam hari.

Hal tersebut menyusul naiknya status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari waspada (level II) ke siaga (level III).

“Karena malam hari sulit untuk bisa melihat secara faktual adanya gelombang tinggi yang mendekati pantai,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers, Senin (25/4/2022), dikutip dari Kompas.com.

Ilustrasi letusan Gunung Anak Krakatau.
Ilustrasi letusan Gunung Anak Krakatau. (kompas.com)

Dwikorita menyebutkan, BMKG bersama Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan terus memantau kondisi permukaan laut.

“Terus memonitor perkembangan aktivitasnya (Gunung Anak Krakatau) dan muka air laut di Selat Sunda,” katanya.

Baca: Gunung Krakatau

Baca: [HARI INI DALAM SEJARAH] Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau 1883, Sebabkan 36.000 Orang Meninggal

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengamati peningkatan aktivitas masyarakat di sekitar Selat Sunda dan sepanjang Pantai Anyer jelang Lebaran 2022.

Dirinya meminta masyarakat untuk selalu melihat informasi dari berbagai lembaga soal kondisi Gunung Anak Krakatau.

“Kondisi-kondisi yang mengarah pada situasi potensi bencana pasti akan diinformasikan. Jadi, kami harapkan masyarakat akan memperhatikan instansi pemerintah, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” sebut dia.

Diberitakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat sejak Minggu (24/4/2022) pukul 18.00 WIB.

Kepala Badan Geologi Eko Budi mengungkapkan adanya perubahan erupsi gunung api tersebut.

Semula erupsinya didominasi abu, kemudian berubah menjadi tipe strombolian yang menghasilkan lontaran lava pijar pada 17 April 2022.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Oreo BLACKPINK

    Oreo BLACKPINK adalah adalah produk eksklusif terbaru dari
  • Cara Membuat SIM Online 2022,

    Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mempunyai Surat Izin
  • Andries Noppert

    Andries Noppert adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda
  • Beukenhof Restaurant

    Beukenhof Restaurant adalah restoran yang terletak di Yogyakarta
  • Takut Kembali ke Rumah, Korban

    Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved