PM Inggris: Negosiasi dengan Putin dalam Konflik Ukraina bak Berurusan dengan Buaya

Invasi Rusia ke Ukraina terus berlanjut. PM Inggris Boris Johnson menyebut sulitnya bernegosiasi dengan Putin.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-Inggris-Boris-Johnson-menyampaikan.jpg
ELENA FUSCO / AFP / PRU
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengeluhkan sulitnya bernegosiasi dengan Rusia dalam penyelesaian konflik di Ukraina.

Ia bahkan sampai menyebut bahwa berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sama halnya seperti berhadapan dengan buaya.

Karena selalu akan gagal dalam perundingan itu, Boris Johnson mengaku kesulitan menentukan langkah membuat pembicaraan damai terkait Ukraina.

Sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari Reuters, Perdana Menteri Inggris itu mengatakan para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Joe Biden, telah menyetujui seruan untuk terus memasok senjata ke Ukraina, saat Rusia mulai memfokuskan serangannya di wilayah timur.

Hingga kini perundingan damai antara kedua pihak masih belum menghasilkan sesuatu yang positif.

Bahkan, suasana kian buruk karena adanya tuduhan Ukraina bahwa pasukan Rusia melakukan kekejaman di kota Bucha.

Johnson menilai sulitnya pembicaraan damai tersebut diakibatkan oleh kurangnya itikad baik dari pihak Rusia.

Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022. - Sedikitnya enam orang tewas dalam pemboman semalam di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Ukraina, Kyiv, kata seorang wartawan AFP, dengan tim penyelamat. menyisir puing-puing untuk mencari korban lainnya. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS)
Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022. - Sedikitnya enam orang tewas dalam pemboman semalam di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Ukraina, Kyiv, kata seorang wartawan AFP, dengan tim penyelamat. menyisir puing-puing untuk mencari korban lainnya. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS) ((Photo by ARIS MESSINIS / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS))

Baca: Putin Nyatakan Rusia Sudah Menang di Mariupol, Medan Tempur Terbesar di Ukraina

Ia juga menyebut bahwa Putin masih berusaha merebut sebanyak mungkin wilayah Ukraina, termasuk Ibu Kota Kiev.

"Bagaimana Anda bisa bernegosiasi dengan buaya ketika kaki Anda berada di rahangnya? Itulah kesulitan yang dihadapi Ukraina. Kami baru saja melanjutkan strategi, terus memasok mereka dengan senjata," ucap Johnson.

Pada Selasa (19/4/2022) lalu, Rusia menolak seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari di Ukraina.

Fase itu dinilai Rusia hanya akan digunakan Ukraina untuk menumpuk senjata yang dikirim dari Barat.

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak adanya gencatan senjata untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan serta mengevakuasi banyaknya warga sipil yang terjebak di sejumlah kota.

Baca: Presiden Zelenskiy Desak Dunia Kirimkan Lebih Banyak Senjata Berat ke Ukraina

Johnson saat ini akan bertolak ke India guna bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Di sana ia akan mendorong India untuk mendukung Ukraina.

Akan tetapi, Johson menyadari bahwa India kemungkinan besar bakal mempertahankan hubungannya dengan Rusia.

India merupakan pembeli terbesar senjata Rusia dan telah menjadi pelanggan setia negara tersebut untuk minyak.

India juga memilih abstain dalam pemungutan suara PBB yang mengutuk invasi Rusia dan belum menjatuhkan sanksi terhadap rekannya itu.

Baca: Sekjen PBB Ajak Putin dan Zelensky Bertemu untuk Bernegosiasi Mengakhiri Perang Rusia-Ukraina

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved