Sekjen PBB Ajak Putin dan Zelensky Bertemu untuk Bernegosiasi Mengakhiri Perang Rusia-Ukraina

Sekjen PBB Antonio Guterres meminta pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelesky di ibu kota mereka.


zoom-inlihat foto
vaksin-ok-02.jpg
Michael Sohn / POOL / AFP
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, meminta pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di ibu kota negara mereka untuk mencoba menegosiasikan diakhirinya perang yang sudah terjadi hampir dua bulan di Ukraina.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pada Rabu (20/4/2022) bahwa Guterres telah mengirim surat ke misi PBB Rusia dan Ukraina.

Dalam surat itu, Guterres meminta Putin untuk menerimanya di Moskow dan Zelensky untuk menyambutnya di Kyiv.

"Sekretaris Jenderal mengatakan, pada saat ini bahaya dan konsekuensi besar, dia ingin membahas langkah-langkah mendesak untuk mewujudkan perdamaian di Ukraina dan masa depan multilateralisme berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan, dikutip TribunnewsWiki dari Al Jazeera, Kamis (21/4/2022).

Dalam seruan Paskah, Guterres pada hari Selasa menyerukan gencatan senjata empat hari selama Pekan Suci Kristen Ortodoks untuk memungkinkan evakuasi sipil dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkena dampak keras.

"Kebutuhan kemanusiaan sangat mengerikan. Orang-orang tidak memiliki makanan, air, persediaan untuk merawat orang sakit atau terluka atau hanya untuk hidup sehari-hari," kata Guterres di New York.

Baca: Miliarder Rusia Oleg Tinkov Kecam Invasi Rusia di Ukraina: Tak Ada Manfaat dari Perang Gila Ini!

Baca: PBB: Hampir 2/3 dari Seluruh Anak di Ukraina Telantar dan Tinggalkan Rumah

Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 12 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sekitar lima juta orang telah meninggalkan Ukraina.

Sejak memulai apa yang disebutnya "operasi khusus untuk demiliterisasi Ukraina", Rusia telah membom kota-kota menjadi puing-puing dan ratusan mayat sipil telah ditemukan di kota-kota setelah pasukannya mundur dari daerah dekat Kyiv.

Moskow, yang pekan ini meluncurkan serangan skala penuh di timur Ukraina, membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa indikator kekejaman yang dilakukan telah dipentaskan.

Negara-negara Barat dan Ukraina menuduh Putin melakukan agresi tanpa alasan.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy selama kunjungan mendadak ke Kyiv pada Rabu, menyusul kunjungan para pemimpin Barat lainnya, termasuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved