Amerika Serikat Tuding PeduliLindungi Langgar HAM, Kemenkes: Tuduhan yang Tidak Mendasar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara menanggapi adanya tudingan terkait aplikasi PeduliLindungi yang diduga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).


zoom-inlihat foto
Juru-Bicara-Kementerian-Kesehatan-dr-Siti-Nadia-Tarmizi.jpg
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara menanggapi adanya tudingan terkait aplikasi PeduliLindungi yang diduga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebelumnya aplikasi PeduliLindungi dituding melanggar HAM oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dalam rilis Laporan Paktik HAM di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menilai bahwa tudingan tersebut tidak mendasar.

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," kata Nadia dalam laman resmi Kemenkes RI, Jumat (15/4/2022).

Dijelaskan Nadia, aplikasi PeduliLindungi berfungsi sebagai alat pencegahan pasien Covid-19 dan warga yang berisiko berkeliaran di tempat umum.

Dia berujar bayhwa selama periode 2021-2022, PeduliLindungi sudah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah atau vaksinasi belum lengkap memasuki ruang publik.

Aplikasi PeduliLindungi, kata Nadia, juga telah mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi Covid-19 melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

Aplikasi PeduliLindungi yang dirilis oleh pemerintah sebagai terobosan untuk ketahui penyebaran Covid-19 di Indonesia kini sudah bisa di-download di Google Play Store dan App Store.
Aplikasi PeduliLindungi yang dirilis oleh pemerintah sebagai terobosan untuk ketahui penyebaran Covid-19 di Indonesia bisa di-download di Google Play Store dan App Store. (Istimewa)

Baca: PeduliLindungi Disorot AS, Mahfud : Indonesia Lebih Baik dalam Tangani Covid-19 Ketimbang Mereka

Baca: AS Duga Aplikasi PeduliLindungi Melanggar HAM, Komisi IX DPR: Tuduhan Itu Tak Bisa Dianggap Remeh

Nadia pun mengimbau seluruh pihak supaya teliti membaca laporan asli dari US State Departement itu.

Nadia juga menegaskan laporan tersebut tidak mengandung tuduhan bahwa PeduliLindungi melanggar HAM.

"Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersbeut menyimpulkan adanya pelanggaran," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS dalam laporan Praktik HAM melihat bahwa penggunakan aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM terkait privasi masyarakat.

Dalam laporan itu, Kemlu AS mengungkapkan adanya Lembaga Swadaya Maasyarakat (LSM) yang melaporkan kekhawatirannya terkait informasi pribadi yang disimpan dalam aplikasi tersebut.

Namun pihak Kemlu AS tak mengungkapkan lembaga mana yang dimaksud.

"LSM menyatakan keprihatinan tentang informasi yang dikumpulkan oleh aplikasi dan bagaimana data ini disimpan dan digunakan oleh pemerintah," bunyi laporan itu.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved