Pertama Kalinya, Joe Biden Sebut Rusia Lakukan Genosida di Ukraina

Ucapan ini keluar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan melanjutkan operasi militer di Ukraina.


zoom-inlihat foto
Joe-Biden-Putin.jpg
MARTIAL TREZZINI / POOL / AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan invasi Rusia ke Ukraina bisa disebut sebagai tindakan genosida.

Ini adalah pertama kalinya Biden menyebut Rusia melakukan genosida. Ucapan itu keluar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan melanjutkan operasi militer di Ukraina.

"Ya, saya menyebutnya sebagai genosida karena makin jelas bahwa Putin berupaya menghapuskan ide tentang hidup sebagai warga Ukraina dan buktinya bertambah," kata Biden, Selasa, (12/4/2022), dikutip dari Reuters.

"Kami mempersilakan para ahli hukum untuk memutuskan secara internasional apakah hal itu memenuhi persyaratan [genosida], tetapi sepertinya begitu bagi saya."

Sementara itu, Rusia telah berulang kali membantah telah menargetkan warga sipil dalam serangannya.

Rusia menuding Ukraina dan sekutunya berusaha menejelekkan citra pasukan Rusia dengan cara membuat tuduhan adanya kejahatan perang.

Beberapa hari lalu Rusia menarik mundur pasukannya dari beberapa kota di Ukraina yang sebelumnya mereka kuasai.

Pihak Ukraina kemudian menemukan banyak jenazah warga sipil. Pemerintah Kiev menuding pasukan Rusia telah melakukan pembantaian, penyiksaan, dan pemerkosaan.

Baca: Presiden Ukraina Sebut Situasi di Borodyanka Jauh Lebih Mengerikan daripada di Bucha

Presiden Joe Biden menghadiri pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kamis, 24 Maret 2022.
Presiden Joe Biden menghadiri pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kamis, 24 Maret 2022. (LUDOVIC MARIN / AFP)

Rusia menolak menyebutkan tindakannya sebagai invasi. Negara yang dipimpin Putin itu lebih memilih menggunakan istilah "operasi militer khusus".

Menurut Rusia, operasi militer tersebut bertujuan untuk mendemiliterisasi dan "mendenazifikasi" Ukraina.

Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung hampir 7 pekan dan merupakan serangan terbesar di Eropa sejak tahun 1945.

Dilaporkan ada lebih dari 4,6 juta warga Ukraina yang terpaksa mengungsi ke luar negeri.

Putin pada hari Selasa mengatakan akan terus melanjutkan operasi militer di Ukraina. Dia juga percaya diri bahwa tujuannya di Ukraina bakal tercapai.

Minta Putin diadili

Sebelumnya, Biden sempat menyebut Putin sebagai penjahat perang.

Biden meminta Putin diadili atas dugaan kejahatan perang yang terjadi di Ukraina.

Ucapan itu keluar setelah media dunia melaporkan dugaan kekerasan yang dilakukan pasukan Rusia di Kota Bucha, Ukraina.

"Anda melihat apa yang telah terjadi di Bucha," kata Biden dikutip dari The Guardian, Selasa (5/4/2022).

Baca: Segudang Rekam Jejak Jenderal Alexander Dvornikov, Komandan Baru Pasukan Rusia di Ukraina

Baca: Presiden Ukraina: Rusia Kemungkinan Bakal Serang Kyiv Lagi jika Donbas Jatuh

Presiden Rusia Vladimir Putin, 5 April 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin, 5 April 2022. (Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)

Tak hanya itu, Biden juga berencana menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Rusia.

"Kita harus terus memberi Ukraina senjata yang diperlukan untuk melanjutkan perjuangan," kata dia.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved