TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pria muda berbaju hitam menjadi perhatian publik setelah setia melindungi Ade Armando dari amukan massa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin, 11 April 2022.
Pria itu tidak takut sama sekali melindungi sang dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut dari pengeroyokan sejumlah massa.
Dalam video yang berdar, pria tersebut tetap memeluk Ade Armando dari arah belakang walupun juga mendapat hantaman dari beberapa massa.
Lantas, seperti apa sosok pria itu?
Dihimpun TribunnewsWiki dari akun Instagram @gerakanpis, pria tersebut diketahui bernama Belmondo Scorpio.
Alumni mahasiswa Fakultas Hukum itu diketahui sudah berada di samping Ade Armando saat mendatangi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (BEM SI) di depan gedung DPRI RI pada Senin.
Adapun Ade Armando mendatangi demonstrasi mahasiswa yang menuntut DPR RI tidak mengkhianati konstitusi negara itu sebagai Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS).
Ade dan rombongannya yang berjumlah 4 orang datang ke gedung DPR RI pukul 14.00 WIB.
Mereka bermaksud mendatangi aksi unjuk rasa itu untuk melakukan peliputan demo mahasiswa di Gedung DPR RI.
Adapun dalam peliputan itu, Ade Armando membawa dua orang kameramen, yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T.
Baca: Ade Armando Tak Gentar Usai Dikeroyok: Jangan Pikir Saya Takut, Saya Justru Semakin Gila Setelah Ini
Baca: Profil AKBP Setyo dan Kompol Haris, 2 Perwira Polisi yang Evakuasi Ade Armando dari Pengeroyokan
Sementara Belmondo Scorpio dan satu orang lagi bernama Rama bertugas sebagai penulis.
Peliputan yang mereka lakukan tersebut untuk keperluan konten di kanal YouTube dan media sosial Geraka PIS.
Awalnya tidak ada masalah saat itu. Bahkan Ade Armando sempat diwawancara sejumlah awak media.
Kemudian pada pukul 15.35 WIB, tim Ade memutuskan untuk menyudahi peliputan di depan pintu gerbang utama DPR.
Setelah itu, tiga menit berselang, mereka melihat gelagat tak biasa dari sejumlah orang.
Tepat pada pukul 15.40 WIB Ade Armando dan timnya didatangi ibu-ibu tak dikenal dan langsung memakinya.
Gerakan PIS mengklaim bahwa tindakan tersebut yang memicu arogansi sejumlah orang pada Ade Armando.
Saat Ade Armando dikeroyok, Belmondo terus berusaha melindungi Ade yang terus menerus diserang dan dipukuli.
Anggota gerakan PIS lainnya pun ada yang terjatuh dan juga terpental. Ada juga anggota lain berusaha mencari polisi untuk meminta pertolongan.
Akhirnya polisi datang dan mengevakuasi Ade Armando ke dalam gedung DPR dengan kondisi babak belur dan celananya dilucuti.