TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan (69) digulingkan lewat mosi tidak percaya di parlemen pada hari Minggu, (10/4/2022), waktu setempat.
Imran Khan telah kehilangan mosi percaya di parlemen setelah ditinggalkan oleh mitra koalisi yang menyalahkannya atas ekonomi yang runtuh di Pakistan dan kegagalan untuk memenuhi janji kampanyenya.
Dikutip TribunnewsWiki dari Reuters, hasil pemungutan suara yang berlangsung selama 13 jam diumumkan pada Sabtu (9/4/2022), oleh ketua majelis rendah parlemen, Ayaz Sadiq.
Imran Khan digulingkan setelah tiga setengah tahun menjabat sebagai pemimpin negara bersenjata nuklir berpenduduk 220 juta jiwa itu.
Parlemen akan bertemu pada Senin untuk memilih perdana menteri baru.
Pemungutan suara hari Minggu mengikuti beberapa penundaan di ruangan itu, yang disebut karena pidato panjang oleh anggota partai Khan, yang mengatakan ada konspirasi AS untuk menggulingkan bintang kriket yang berubah menjadi politisi ini.
Baca: PM Pakistan Imran Khan Tak Terima Ajakan Mengutuk Invasi Rusia, Berencana Tetap Netral
Baca: Mosi Tidak Percaya
Ayaz Sadiq mengatakan bahwa partai-partai oposisi mampu mengamankan 174 suara di majelis yang beranggotakan 342 orang untuk mendukung mosi tidak percaya.
Adapun angka tersebut menjadikannya suara mayoritas.
"Akibatnya mosi terhadap Perdana Menteri Imran Khan telah disahkan," katanya kepada meja di ruangan itu.
Imran Khan yang tidak hadir dalam pemungutan suara itu tidak segera berkomentar.
Hanya beberapa legislator dari partai berkuasa Khan yang hadir dalam pemungutan suara.
Sementara itu, Calon kuat yang menjadi perdana menteri Pakistan berikutnya yakni Shehbaz Sharif.
Sharif mengatakan bahwa penggulingan Imran Khan adalah kesempatan untuk awal yang baru.
"Fajar baru telah dimulai... Aliansi ini akan membangun kembali Pakistan," kata Sharif, 70, di parlemen.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini