TRIBUNNEWSWIKI.COM - Invasi Rusia ke Ukraina terus berlanjut. Hal itu tentu memengaruhi kehidupan masyarakat yang terdampak perang.
Salah satu yang terdampak adalah seorang penduduk Kota Kherson bernama Hussain.
Ia mengatakan bahwa bank dan supermarket di wilayahnya telah ditutup karena invasi Rusia ke Ukraina sejak bulan lalu.
Mengutip Tribunnews.com, saat ini ia dan keluarganya kehabisan makanan, terlebih mereka tengah menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.
"Saya tidak tahu apakah perang ini akan membunuh orang, tetapi kelaparan pasti akan terjadi," kata Hussain.
Hussain mengaku hanya memiliki persediaan yang tersisa sekitar 24 jam saja, sebagaimana dilansir dari laman BBC, Selasa (5/4/2022).
Baca: Zelenskiy: Lebih dari 300 Warga Sipil di Kota Bucha Tewas & Disiksa Tentara Rusia
Oleh sebab itu, Hussain dan sang istri akan membatasi asupan makanan mereka sendiri agar putri kecil mereka dapat makan.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan dalam pidato yang disiarkan televisi nasional negara tersebut pada 24 Februari lalu sebagai tanggapan atas permintaan para Kepala Republik Donbass, ia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus ke Ukraina.
Operasi militer tersebut digencarkan guna melindungi orang-orang "yang telah mengalami pelecehan dan genosida oleh rezim Ukraina selama 8 tahun".
Meski begitu, Putin menekankan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina.
Baca: Bawa Tentara Ukraina sebagai Sandera, Pasukan Rusia Tinggalkan Chernobyl
Bahkan, pemimpin Rusia itu menekankan operasi tersebut ditujukan untuk "denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina".
Di sisi lain, negara Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran kepada Rusia lantaran menginvasi Ukraina.
Penerapan sanksi ditujukan kepada badan hukum maupun individu Rusia.
Baca: Ukraina Bantah Terobos Perbatasan dan Serang Pangkalan Minyak Rusia
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini