TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Pertahanan Inggris (MOD) memberikan hasil penilaian intelijen mereka tentang situasi terbaru di Ukraina, Kamis (31/3/2022) pagi.
Hasil analisis intelijen Inggris menyatakan, dalam beberapa hari mendatang, pertempuran sengit akan terjadi di pinggiran ibukota Ukraina, Kyiv.
Melansir Tribunnews.com, Jumat (1/4/2022), MOD menyebut , meski ada penarikan sejumlah unit terbatas, saat ini pasukan Rusia terus mempertahankan posisi di timur dan barat Kyiv.
Oleh karenanya, MOD memprediksi pertempuran sengit kemungkinan bakal terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Selain itu, MOD juga melaporkan bahwa penembakan dan serangan rudal terus berlanjut di wilayah Chernihiv.
Padahal, pihak berwenang Rusia menuturkan, mereka akan mengurangi kegiatan militer di Chernihiv dan di sekitar Kyiv.
"Meskipun pernyataan Rusia menunjukkan pengurangan aktivitas militer yang dimaksudkan di sekitar Chernihiv, penembakan dan serangan rudal Rusia yang signifikan terus berlanjut," ujar pernyataan resmi MOD pada Kamis.
Kementerian pertahanan Inggris turut menyoroti pertempuran sengit yang terus berlanjut di kota pelabuhan Mariupol.
Baca: AS Sebut Putin Dibohongi Penasihatnya, Diberi Informasi Keliru tentang Ukraina
Pihaknya menambahkan, kota itu tetap menjadi tujuan utama pasukan Rusia. Namun, pasukan Ukraina tetap mengendalikan pusat kota.
Sementara itu, prediksi intelijen Inggris tersebut tampaknya mendukung klaim yang dibuat Gubernur Oblast Chernihiv, Viacheslav Chaus kepada BBC pada Rabu, sebagaimana dilansir dari Newsweek.
Dalam pernyataannya di BBC, Chaus menyebut Rusia tidak menepati janjinya dan fakta bahwa serangan terus berlanjut.
"Pasukan Rusia menyerang Nizhyn dan Chernihiv. Sebagian besar Chernihiv. Sekali lagi, sebagian infrastruktur sipil dihancurkan," ucap dia.
"Chernihiv masih belum memiliki listrik, pasokan air, dan pemanas. Tidak akan mudah untuk memulihkan infrastruktur ini. Tak satu pun dari gedung militer menjadi sasaran tadi malam. Mereka terus menyerang hanya infrastruktur sipil," katanya.
Lebih lanjut, Wali Kota Chernihiv, Vladyslav Astroshenko turut mengatakan kepada CNN bahwa serangan Rusia telah meningkat, Rabu lalu.
"Ini adalah konfirmasi lain bahwa Rusia selalu berbohong," kata Atroshenko.
Situasi di Chernihiv tidak dapat diverifikasi secara independen, meski Newsweek telah meminta komentar dari Kementerian Pertahanan Ukraina.
Seperti diketahui, pada Selasa (29/3/2022), para pejabat Rusia mengatakan, pasukan mereka akan mengurangi kegiatan militer di sekitar Kyiv dan Chernihiv.
Baca: Intel Inggris: Tentara Rusia di Ukraina Membangkang & Sengaja Tembak Pesawatnya Sendiri
"Untuk meningkatkan rasa saling percaya dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk negosiasi lebih lanjut dan mencapai tujuan akhir untuk menyetujui dan menandatangani kesepakatan," terangnya.
"Keputusan dibuat untuk secara radikal, dengan margin besar, mengurangi aktivitas militer di arah Kyiv dan Chernihiv," kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin.
Adapun, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan mengungkapkan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui telepon pada Selasa lalu, bahwa penembakan di Mariupol hanya akan berhenti ketika pasukan Ukraina menyerah.