Pendeta Saifuddin Ibrahim Terdeteksi di AS, Polri Minta Bantuan FBI untuk Lakukan Upaya Jemput Paksa

Bareskrim Polri menyebutkan bahwa pendeta Saifuddin Ibrahim terdeteksi berada di Amerika Serikat (AS).


zoom-inlihat foto
Saifuddin-Ibrahim-23.jpg
Istimewa
Pendeta Saifuddin Ibrahim Terdeteksi di AS, Polri Minta Bantuan FBI untuk Lakukan Upaya Jemput Paksa


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat di Al-Quran telah menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait SARA.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Saifuddin Ibrahim pun menjadi buruan Bareskrim Polri.

Saifuddin Ibrahim diduga tidak berada di Indonesia.

Bareskrim menyebut bahwa Saifuddin Ibrahim terdeteksi berada di Amerika Serikat (AS).

Oleh karena itu, Bareskrim Polri berencana untuk meminta bantuan Federal Bureau of Investigation (FBI) guna melakukan upaya penjemputan paksa terhadap Saifuddin.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa Saifuddin sudah mempersiapkan pergi ke luar negeri sebelum ucapannya yang diduga berisi ujaran kebencian viral di masyarakat.

"Memang pada saat yang bersangkutan, kayaknya mereka sudah bersiap-siap untuk meninggalkan Indonesia, dari awal Maret menurut data perlintasan mereka ke Amerika," kata Agus di Pendopo Bupati Blora, Rabu (30/3/2022) malam, seperti dikutip dari Kompas.com.

"Namun, kami akan melakukan upaya untuk P to P atau police to police, mudah-mudahan nanti kita juga meminta bantuan kepada FBI," lanjutnya.

Komjen Agus Andrianto
Komjen Agus Andrianto (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO)

Agus mengungkapkan bahwa Mabes Polri sudah beberapa kali membantu FBI dalam mengungkap sejumlah kasus sehingga diharapkan kerja sama yang telah terjalin baik semakin mempermudah upaya penangkapan Saifuddin Ibrahim.

"Nanti police to police kalau emang tidak tercapai melalui MLA (mutual legal assistance), kita juga bisa melakukan upaya pendekatan FBI yang ada di sana karena beberapa kali kami juga membantu teman-teman FBI yang ada di Amerika pada saat mengungkap kasus penipuan yang melibatkan warga negara Indonesia dan warga negara mereka," ujar Agus.

"Kita kerja sama untuk membantu pengungkapan, saya rasa kita akan lakukan upaya itu," sambungnya.

Baca: Saifuddin Ibrahim

Baca: Sosok Saifuddin Ibrahim, Pendeta yang Minta Menag Yaqut Hapus 300 Ayat Al-Quran

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri telah menetapkan pendeta Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka setelah ia dilaporkan atas ucapannya yang meminta Menag Yaqut menghapus 300 ayat Al-Quran.

Laporan itu diketahui bernomor: LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022 terkait dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait SARA.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan bahwa Saifuddin Ibrahim telah menjadi tersangka.

"Saat ini yang bersangkutan sudah tetapkan sebagai tersangka," kata Irjen Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (30/3/2022), dikutip dari Kompas.com.

Dedi menyebutkan bahwa Bareskrim Polri telah menetapkan status tersangka terhadap pendeta Saifuddin Ibrahim sejak dua hari yang lalu.

"(Saifuddin jadi tersangka) Sejak 2 hari yang lalu," kata Dedi.

Namun, Dedi masih belum memberikan informasi lebih lanjut soal penetapan Saifuddin sebagai tersangka.

Irjen Dedi hanya menyebut bahwa pihaknya bakal segera menginformasikan lebih lanjut soal penetapan tersangka itu.

Pendeta Saifuddin Ibrahim sempat menjadi sorotan karena meminta Menag Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Quran.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved