Bareskrim Polri Gandeng FBI untuk Tangkap Pendeta Saifuddin Ibrahim di Amerika Serikat

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pendeta Saifuddin Ibrahim terdeteksi berada di Amerika Serikat (AS).


zoom-inlihat foto
Saifuddin-Ibrahim-1.jpg
Youtube Saifuddin Ibrahim
Pendeta Saifuddin Ibrahim


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait dengan SARA, pendeta Saifuddin Ibrahim, terdeteksi berada di Amerika Serikat (AS).

Agus menyebut Bareskrim Polri bakal menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk membantu menangkap Saifuddin.

Menurut Agus, sebelum ucapan Saifuddin Ibrahim yang diduga berisi ujaran kebencian viral di masyarakat, Saifuddin telah mempersiapkan pergi ke luar negeri.

Saifuddin sudah mempersiapkan pergi ke luar negeri sebelum ucapannya yang diduga berisi ujaran kebencian viral di masyarakat.

"Dari awal Maret menurut data perlintasan, mereka (Saifuddin Ibrahim) ke Amerika," kata Agus saat ditemui di Pendopo Bupati Blora, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022), dikutip dari Kompas.com.

Agus menyampaikan bahwa Bareskrim Polri bakal melakukan upaya P to P atau police to police.

"Namun, kami akan melakukan upaya untuk P to P atau police to police, mudah-mudahan nanti kita juga meminta bantuan kepada FBI," kata Agus.

Baca: Saifuddin Ibrahim

Baca: Agus Andrianto

Agus mengemukakan Polri sudah beberapa kali membantu FBI dalam mengungkap sejumlah kasus.

Oleh karena itu, diharapkan kerja sama yang telah terjalin baik ini makin mempermudah upaya penangkapan Saifuddin Ibrahim.

"Nanti police to police kalau emang tidak tercapai melalui MLA (mutual legal assistance), kita juga bisa melakukan upaya pendekatan FBI yang ada di sana karena beberapa kali kami juga membantu teman-teman FBI yang ada di Amerika pada saat mengungkap kasus penipuan yang melibatkan WNI dan warga negara mereka," kata Komjen Agus.

"Kita kerja sama untuk membantu pengungkapan, saya rasa kita akan lakukan upaya itu," ucapnya.

Pendeta Saifuddin Ibrahim telah ditetapkan sebagai tersangka setelah ia dilaporkan atas ucapannya yang meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Quran.

Laporan tersebut bernomor: LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022 terkait dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait SARA.

"Saat ini yang bersangkutan sudah tetapkan sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (30/3/2022).

Saifuddin Ibrahim
Saifuddin Ibrahim (Istimewa)

Sosok Saifuddin Ibrahim

Pendeta Saifuddin Ibrahim sempat menjadi sorotan karena meminta Menag Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Quran.

Pernyataan tersebut disampaikannya melalui sebuah video yang diunggah di YouTube pada Senin, (14/3/2022).

Dalam video itu, Saifuddin meminta Menag Yaqut menghapus 300 ayat Al Qur'an.

Saifuddin juga mengaku sudah sering menyampaikan permintaannya itu kepada Gus Yaqut, sapaan Yaqut Cholil.

"Saya sudah mengatakan berulang kali kepada Pak menteri Agama dan inilah menteri agama yang saya kira menteri agama yang toleransi dan damai tinggi terhadap minoritas," ucap Saifudin dalam tayangan.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved