"Karena dunia mendukung Amerika, mereka tidak memberi kami kemuliaan ini dan tidak menyebut kami melakukan perlawanan patriotik," kata dia.
"Tentu saja ini standar ganda, seolah kami adalah manusia yang lebih rendah."
Baca: Ukraina Klaim Tentaranya Berhasil Merebut Kembali Kota di Pinggiran Kyiv dari Kendali Rusia
Sementara itu, warga Baghdad bernama Abdulameer Khalid mengatakan tidak ada perbedaan antara perlawanan yang dilakukan warga Irak dan Ukraina.
"Perlawanan terhadap tentara Amerika di Irak lebih dapat dibenarkan, karena tentara Amerika melakukan perjalanan ribuan kilometer ke negara kami, sedangkan Rusia mengejar [dugaan] ancamaman yang berada di sebelah mereka," kata Khalid.
Namun, pakar politik Aaron David Miller mengatakan konflik di Timur Tengah jauh lebih rumit.
Menurutnya, konflik di Timur Tengah bukan "drama moralitas". Sementara itu, konflik di Ukraina bersifat khusus dalam hal moralitas.
Rusia dianggap melancarkan agresi dan perang besar terhadap negara tetangganya.
Kata Miller, analogi yang mirip adalah invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990.
Saat itu AS meresponsnya dengan membuat koalisi militer untuk melawan pasukan Irak.
Kendati demikian, Miller mengakui bahwa kebijakan luar negeri AS penuh dengan anomali, ketidakkonsistenan, kontradiksi, dan kemunafikan.
Baca: Fase Baru Dimulai, Ukraina Kini Gantian Gempur Pasukan Rusia
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini