Kasus Covid-19 Melonjak,Tiongkok Berlakukan Karantina Terbesar dalam 2 Tahun

Kota terbesar di Tiongkok, Shanghai, dikarantina mulai hari Senin, (28/3/2022), karena penularan terus bertambah.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-virus-corona-2.jpg
Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiongkok kembali memberlakukan lockdown atau karantina besar-besaran guna menahan laju penyebaran Covid-19.

Kota terbesar di Tiongkok, Shanghai, dikarantina mulai hari Senin, (28/3/2022), karena penularan terus bertambah.

Sebelumnya, karantina kecil-kecilan juga telah diberlakukan di kota berpenduduk 26 juta jiwa itu.

Dilansir dari Associated Press, karantina di Shanghai diberlakukan dalam dua tahap dan akan menjadi yang terbesar sejak karantina di Wuhan.

Distrik Pundong dan sekitarnya yang menjadi pusat keuangan dikarantina mulai hari Senin hingga Jumat.

Dalam pada itu, ada tes Covid-19 massal yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Pada tahap kedua, wilayah barat Suangai Huangpu yang membelah kota itu akan dikarantina selama lima hari mulai hari Jumat.

Baca: Kasus Covid-19 di Tiongkok Kembali Melonjak, Terburuk sejak Awal 2020 di Wuhan

Ilustrasi virus corona (CDC)
Ilustrasi virus corona (CDC) (CDC)

Masyarakat diminta tetap berada di rumah. Kantor dan tempat usaha yang dianggap tidak terlalu penting akan ditutup. Layanan transportasi umum juga dihentikan.

Sejumlah kompleks perumahan di Shanghai dilaporkan telah dikarantina selama seminggu terakhir.

Pengumuman pemberlakukan karantina ini menimbulkan panic-buying. Warga mulai menyerbu toko swalayan dan membeli barang kebutuhan harian sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, festival tahunan juga dibatalkan, misalnya Festival Pembersihan Makam yang sedianya digelar tanggal 5 April mendatang.

Pada hari Minggu Shanghai melaporkan sebanyak 3.500 kasus baru Covid-19.

Namun, hampir semua yang terkonfirmasi positif tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Baca: WHO dan Tiongkok Kembali Bahas Penyelidikan Asal-usul Covid-19

Kendati demikian, di Tiongkok, kasus tanpa gejala tidak dimasukkan dalam kategori "kasus konfirmasi".

Kasus konfirmasi adalah pasien Covid-19 yang bergejala atau sakit.

Dengan demikian, jumlah kasus konfirmasi harian menjadi jauh lebih sedikit.

Tiongkok pada hari Minggu kembali melaporkan 1.219 kasus konfirmasi Covid-19 yang disebabkan oleh penularan lokal.

Mayoritas kasus itu berada di Provinsi Jilin. Sementara itu, pada hari Senin, Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 4.996 kasus baru yang tak bergejala.

Ada dua laporan kematian di Jilin akibat Covid-19. Sebelum itu, angka kematian resmi di seluruh Tiongkok tetap 4.636 selama setahun.

Baca: Tiongkok Bantah Kirimkan Senjata untuk Bantu Invasi Rusia ke Ukraina

Dalam sebulan ini, Tiongkok telah melaporkan lebih dari 56.000 kasus konfirmasi Covid-19.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved