TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini harga minyak goreng melambung tinggi karena kelangkaan, kini giliran ketersediaan solar yang menjadi langka.
Di sejumlah daerah, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar saat ini mulai susah ditemukan atau langka.
Bahkan, antrean panjang berjam-jam terjadi di SPBU untuk mendapatkan solar menjadi pemandangan yang lazin.
Melansir Kompas.com, kelangkaan solar sendiri sebenarnya telah terjadi sejak beberapa pekan. Di sejumlah daerah, bahkan kelangkaan BBM solar telah terjadi berbulan-bulan lamanya.
Para sopir bahkan rela berkeliling kota demi mendapatkan solar. Mereka mencari SPBU yang masih memiliki stok meski terpaksa harus mengantre.
Seperti di Kota Bogor, meski dekat dengan pusat pemerintahan, beberapa hari belakangan solar mengalami kelangkaan.
Baca: AS Larang Impor Minyak dari Rusia, Siap-siap Harga BBM Bakal Melonjak
Dikutip dari Tribunnews.com, Senin (28/3/2022), sejumlah SPBU Kota Hujan kini mengalami kelangkaan bahan bakar solar.
Satu di antara banyak SPBU di Kota Bogor yang mengalami kelangkaan adalah SPBU Pertamina 34 di Jalan Veteran Blok Kepatihan Nomor 26, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Menurut petugas SPBU Pertamina 34, Areif Hidayat, meningkatnya permintaan dari pengendara membuat stok solar menjadi cepat habis.
"Sebenernya ada, tapi solar ini banyak yang cari, jadinya jarang stoknya," ujarnya.
SPBU Pertamina 34 saat ini kehabisan stok solar sejak satu hari lalu akibat tingginya permintaan.
Arief menegaskan bahan bakar solar memang banyak dicari masyarakat.
"Sekalinya ada langsung diserbu, antrean panjang banget di tempat solar ini," katanya.
Baca: Mendag Prediksi Harga Minyak Goreng Kemasan Bakal Turun Pekan Depan dengan Stok Cukup
Antre Minyak Goreng
Sementara itu, tak hanya bapak-bapak yang mengantre solar, antrean panjang ibu-ibu demi mendapatkan minyak goreng juga menjadi hal lazim di sejumlah daerah.
Hal itu lantaran pemerintah mencabut aturan HET dan membuat harga minyak goreng kemasan melambung tinggi, bahkan mencapai Rp25.000 per liter.
Antrean ibu-ibu tersebut kini beralih ke minyak goreng curah yang disubsidi seharga Rp14.000 per liter.
Dikutip dari Kompas TV, di Rembang, Jawa Tengah, mahalnya harga minyak goreng kemasan membuat warga menyerbu minyak goreng curah.
Ratusan warga bahkan rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng curah seharga Rp14 ribu per liternya.
Namun, warga yang mengantre minyak goreng hanya dapat membeli maksimal 18 liter.