TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengepungan Kota Mariupol di Ukraina oleh pasukan Rusia membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut prihatin.
Menurut Amin Awad, Koordinator Krisis untuk Ukraina, sebuah lembaga PBB, koridor kemanusiaan harus segera dibuat.
Koridor tersebut akan digunakan untuk mengevakuasi warga sipil yang terjebak di Mariupol.
"Ini situasi yang mengerikan," kata Awan dikutip dari Euronews.
"Orang-orang kehilangan hidup mereka. Yang lainnya masih di sana. Pengeboman sedang terjadi."
"Orang-orang berada di ruang bawah tanah, bungker, atau bersembunyi di satu tempat atau yang lainnya. Namun, ini sangat menyedihkan. Mereka adalah anak-anak, wanita, dan lansia, dan pengebomannya besar-besaran.
Awad mengatakan PBB mendesak koridor kemanusiaan segera dibuka.
Baca: Di Depan Pemimpin NATO, Joe Biden Sebut Rusia Sebaiknya Dikeluarkan dari G20
Selain, itu kedua belah pihak didorong untuk melakukan gencatan senjata sehingga warga sipil bisa meninggalkan kota dengan aman.
"Ada prinsip-prinsip kemanusiaan dan kami harus menghormatinya."
Saat ini gerak maju pasukan Rusia dilaporkan terhenti di sejumlah wilayah di Ukraina.
Kendati demikian, Mariupol terus dikepung oleh pasukan Rusia. Diperkirakan ada sekitar 200.000 hingga 300.000 warga sipil yang terjebak di Mariupol.
Listrik di Mariupol dilaporkan tidak lagi menyala. Selain itu, warga sipil juga kekurangan persediaan air.
Baca: China Tuding AS Penipu dan Biang Onar : Semua Tahu Siapa yang Harus Disalahkan atas Perang Ukraina
Baca: WHO Sebut Sudah Ada Puluhan Serangan terhadap Rumah Sakit di Ukraina
Pihak berwenang setempat mengatakan sudah ada 2.400 warga sipil yang tewas akibat tembakan artileri Rusia.
Tembakan itu mengenai bangunan umum, termasuk sekolah dan teater yang menjadi tempat orang-orang berlindung.
Banyak dari korban tewas terpaksa dimakamkan dalam kuburan massal.
"Sangat mengerikan di luar sana, dan saya pikir pintu neraka harus dibuka sehingga orang-orang bisa keluar," kata Awad.
Awad mengatakan Rusia belum menanggapi permintaan PBB untuk membuka koridor kemanusiaan.
"Kita punya sekitar delapan juta orang yang sedang bergerak di dalam wilayah Ukraina. Beberapa telantar, beberapa berada di dalam kendaraan mereka atau kendaraan jenis apa pun yang mengangkut dari satu tempat ke tempat lainnya,".
"Dan kita punya hampir empat juta orang yang melewati perbatasan internasional dan mencari tempat berlindung di negara terdekat."
Bagi Rusia, Mariupol dianggap sangat penting dalam operasi militer yang dilakukannya sejak 24 Februari lalu.
Baca: NATO: Sudah ada 7.000 hingga 15.000 Tentara Rusia yang Tewas di Ukraina
Baca: Zelenskiy Minta Seluruh Warga Dunia Berkumpul di Alun-Alun & Jalan untuk Dukung Ukraina
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini