Rusia Ajak Ukraina Lakukan Gencatan Senjata di Lima Kota, Ingin Buka Akses Bantuan

Rusia menginginkan gencatan senjata di lima kota di Ukraina untuk membuka koridor kemanusiaan.


zoom-inlihat foto
Seorang-tentara-Ukraina-memandang-api.jpg
DANIEL LEAL / AFP
Seorang tentara Ukraina memandang api yang keluar dari bom Molotov yang dilemparnya saat ada latihan pertahanan untuk warga sipil di Lviv, Ukraina, 4 Maret 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia dilaporkan mengusulkan gencatan senjata di lima kota di Ukraina.

Lima kota tersebut adalah Kyiv, Chernihiv, Sumy, Kharkiv, dan Mariupol

Dikutip dari CNN, (8/3/2022), gencatan senjata diberlakukan mulai hari Senin pukul 10.00 waktu Moskwa.

Media Rusia mengatakan keputusan ini menunjukkan bahwa Rusia siap melakukan evakuasi dan menyediakan jalur distribusi bantuan kemanusiaan di kota-kota di Ukraina.

Kendati demikian, pemerintah Ukraina belum secara resmi menyetujui ajakan gencatan senjata.

"Rusia menyatakan adanya gencatan senjata mulai pukul 10.00 (waktu Moskwa) tanggal 8 Maret dan kini siap menyediakan koridor kemanusiaan: dari Kyiv dan permukiman berdekatan hingga Federasi Rusia melalui wilayah Republik Belarusia hingga Gomel," demikian pernyataan Rusia, dikutop dari CNN.

Rusia mengatakan koridor evakuasi juga akan dibuka dari Chernihiv melewati wilayah Belarusia, dari Kota Sumy di sepanjang dua jalur ke Poltava dan wilayah Rusia, dari Kharkiv hingga wilayah Rusia atau Lviv, Uzhgorod, Ivano-Frankivsk.

Baca: AS Sebut Ukraina Sudah Punya Rencana Darurat jika Presiden Zelensky Terbunuh Pasukan Rusia

Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibu kota Ukraina di Kyiv.
Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibu kota Ukraina di Kyiv. (UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES / AFP)

Selain itu, koridor kemanusiaan juga akan dibuka dari Mariupol di sepanjang dua jalur hingga wilayah Rusia dan Zaporizhie.

Ditolak

Ukraina dilaporkan menolak rencana Rusia mengizinkan warga di beberapa kota di Ukraina mengevakuasi diri ke Rusia dan Belarusia melalui koridor kemanusiaan.

Menurut peta yang dirilis oleh kantor berita Rusia RIA, koridor dari Kyiv akan menuju ke Belarusia yang merupakan sekutu Rusia.

Sementara itu, warga Kota Kharkiv akan diarahkan ke wilayah Rusia.

"Mereka warga Ukraina, mereka seharusnya berhak dievakuasi ke wilayah Ukraina," kata Juru Bicara (Jubir) Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dikutip dari Al Jazeera, (8/3/2022).

Baca: Presiden Rusia Sebut Bisa Akhiri Invasi Rusia-Ukraina Namun Bersyarat, Simak Alasan Putin Sebenarnya

Baca: Banyak WNA Ikut Bertempur di Ukraina: Bukan Hanya Ukraina yang Kami Lindungi

Jubir tersebut mengatakan tindakan evakuasi seperti itu "sepenuhnya tidak bermoral".

Bahkan, dia menuduh Rusia sedang menggunakan "penderitaan orang-orang untuk membuat siaran televisi".

Kementerian Luar Negeri Ukraina pada hari Senin memperingatkan Rusia bahwa serangannya menghalangi proses evakuasi warga sipil dari Kyiv, Mariupol, Sumy, Kharkiv, Volnovakha, dan Mykolaiv.

Kementerian itu juga menyebut serangan Rusia mengganggu penyaluran obat-obatan dan makanan.

Sementara itu, Zelensky sempat menuding pasukan Rusia sengaja membunuh warga sipil.

Tudingan ini keluar setelah ada satu keluarga yang tewas di jalan karena terkena tembakan artileri Rusia ketika berusaha melarikan diri.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), invasi Rusia ke Ukraina telah membuat lebih dari 1,7 juta warga Ukraina mengungsi ke luar negeri.

Baca: Negosiator Ukraina Dibunuh karena Diduga Berkhianat ke Rusia

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved