"Pemerintah mendorong swasta untuk aktif dalam kegiatan pendidikan dan vokasi yang ditujukan kepada talenta digital. Kami tidak dapat kerja sendiri, diperlukan kolaborasi banyak pihak, utamanya pelaku usaha sebagai end user dari tenaga kerja tersebut," ungkap Rudy.
"Pemerintah mengapresiasi dukungan Lazada yang telah surut serta dalam pengembangan lanskap eCommerce dan layanan logistik di Indonesia. Lazada telah berperan sebagai salah satu platform dalam pengembangan UMKM Indonesia, khususnya dalam industri tekstil, fesyen, kuliner, dan kerajinan Indonesia," tambahnya.
Rudy berharap komitmen Lazada dapat terus menginspirasi di ranah digital dan dapat terus memiliki andil dalam mendorong transformasi digital di Indonesia.
idEA juga menyambut baik studi yang dilakukan Lazada.
Bima Laga, Ketua Umum idEA mengatakan bahwa pihaknya membuka forim komunikasi untuk anggotanya demi mendukung pengembangan talenta di Indonesia.
"idEA juga memiliki beberapa program kemitraan dan kegiatan, salah satunya kita menyelenggarakan job fair yangn bernama idEA Walks untuk menjaring lebih banyak talenta digital, khususnya di SMA dan SMK, yang siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.
Menurutnya, idEA sebagai satu-satunya asosiasi industri di Indonesia, dan masih butuh mengembangkan kemitraan antar pemanku kepentingan dan terus meningkatkan kualitas keterampilan penting bagi talenta ekonomi digital di Indonesia.
Baca: Mengenal infarm, Toko Bibit dan Perlengkapan Berkebun di Lazada, Ajak Pembeli Peduli Lingkungan
Baca: Lazada Dukung Lahirnya Pahlawan Ekonomi Digital Indonesia untuk Dorong Pertumbuhan Profesi Baru
Tentunya ini adalah tugas seluruh pemangku kepentingan baik itu pemerintah, sektor pendidikan dan sektor swasta.
"Lazada sejak lama aktif menciptakan ekosistme yang mendukung pemilik bisnis dan pengusaha lokal untuk bergabung dalam industri digital, serta mendorong terciptanya profesi baru seperti livestreamer profesional," jelas Evelyn Yonathan, Chief People Officer, Lazada Indonesia.
"Lazada juga memiliki berbagai inisiatif internal untuk memberdayakan generasi muda di Lazada, antara lain inisiatif Lazada Forward Youth (FOYO) yang menaungi program magang (LazPrentice), program beasiswa Lazada Forward Scholarship, program pelatihan karyawan, serta partisipasi dalam program Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbud Ristek," tambahnya.
Gervasisu Samosir, Partner & Head of YCP Solidiance Indonesia juga memberikan penjelasan.
"Bonus demografi yang akan dialami Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan sosial bila pemberdayaan talenta dilaksanakan secara optimal oleh semua pemangku kepentingan di ekosistem. Oleh karena itu, program pengembangan talenta ekonomi digital harus bisa dapat mendorong pola pikir yang cerdas, kreatif, dan terus bertumbuh, membangun sistem edukasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta menjalankan program pelatihan yang inklusif atau merata untuk semua talenta," tutupnya.
(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)