Kini Warga Rusia Mulai Rasakan Sanksi Internasional Usai Putin Lancarkan Invasi ke Ukraina

Invasi yang dilancarkan Putin ke Ukraina memberikan imbas bagi warga Rusia.


zoom-inlihat foto
Vladimir-Putin-Hungaria.jpg
YURI KOCHETKOV / POOL / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warga Rusia mulai merasakan sanksi internasional yang dijatuhkan kepada negara tersebut pasca penyerangan ke Ukraina.

Dikutip dari Tribunnews, seorang desainer industri Rusia bernama Andrey mengungkapkan bahwa kini dirinya tidak mampu mendapatkan hipotek di Moskow lantaran suku bunga telah dinaikkan.

"Jika saya bisa meninggalkan Rusia sekarang, saya akan melakukannya. Tapi, saya tidak bisa berhenti dari pekerjaan saya," ujar Andrey.

"Saya berencana mencari pelanggan baru di luar negeri secepatnya dan pindah dari Rusia dengan uang yang saya tabung untuk cicilan pertama."

"Saya takut di sini, orang telah ditangkap karena berbicara menentang 'garis partai'. Saya merasa malu dan saya bahkan tidak memilih mereka yang berkuasa," tambah dia.

Pengunjuk rasa memegang poster yang bertuliskan
Pengunjuk rasa memegang poster yang bertuliskan "Keluarkan Rusia dari Swift" saat memprotes invasi Rusia ke Ukraina, Sabtu (26/2/2022), di depan Kedutaan Rusia di Wina, Austria. (HANS PUNZ / APA / AFP)

Baca: Rudal Rusia Serang Kota Kharkiv, Hantam Permukiman Warga dan Gedung Pemerintahan Regional

Sanksi yang diterima Rusia digambarkan sebagai perang ekonomi.

Hal tersebut bertujuan untuk mengisolasi Rusia dan menciptakan resesi yang dalam di negara itu.

Sejumlah pemimpin Barat meyakini langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya bakal membawa perubahan dalam pemikiran di Kremlin.

Salah satu sanksi yang diberikan ke Rusia ialah pemutusan mereka dari Visa dan Mastercard yang dapat mengganggu proses pembayaran Apple Pay serta Google Pay.

Seorang manajer proyek di Moskow bernama Daria mengungkapkan dampak dari sanksi tersebut dirinya tidak bisa menggunakan metro.

"Saya selalu membayar dengan ponsel saya tetapi tidak berhasil. Ada beberapa orang lain dengan masalah yang sama," terang Daria.

Foto yang diambil oleh satelit Maxar pada tanggal 23 Februari 2022 memperlihatkan konvoi artileri Rusia di Golovchino.
Foto yang diambil oleh satelit Maxar pada tanggal 23 Februari 2022 memperlihatkan konvoi artileri Rusia di Golovchino. (SATELLITE IMAGE ©2022 MAXAR TECHNOLOGIES / AFP)

Baca: Rusia Bakal Kepung Ibu Kota Kyiv: Jalanan di Pusat Kota Mulai Kosong, Sirine Meraung-raung

"Ternyata penghalang dioperasikan oleh bank VTB yang dikenai sanksi dan tidak dapat menerima Google Pay dan Apple Pay."

"Saya harus membeli kartu metro sebagai gantinya."

"Saya juga tidak bisa membayar di toko hari ini, untuk alasan yang sama," paparnya.

Sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Rusia juga memberikan tekanan bagi Vladimir Putin.

Moskow menutup pasar sahamnya hingga 5 Maret mendatang sehingga rubel Rusia anjlok ke titik terendah dalam sejarah.

Tak hanya itu, Pengadilan Kriminal Internasional juga menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Di sisi lain, pertempuran antara Rusia dan Ukraina terus berlanjur.

Kini, Rusia mulai bergerak masuk ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan konvoi besar, termasuk tank, kendaraan lapis baja, dan peralatan militer lainnya.

Konvoi militer tersebut membentang sepanjang 64 kilometer.

Menurut senator AS Chris Murphy, invasi Rusia yang memasuki hari keenam ini tengah mempersiapkan pengepungan "panjang serta berdarah" di Ibu Kota Ukraina.

Sebelumnya, Ukraian digemparkan dengan sejumlah ledakan besar usai putaran pertama pembicaraan damai antara delegai kedua negara tersebut di perbatasan Belarusia, Senin (28/2/2022).

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved