Kemendag Ungkap 'Biang Kerok' Pasokan Minyak Goreng Langka di Pasaran, Ternyata Ini Penyebabnya

Belakangan, pasokan minyak di pasaran menjadi langka. Kemendag beberkan penyebabnya, ternyata ada oknum-oknum yang menimbun minyak goreng.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-minyak-goreng.jpg
Shutterstock/Naypong Studio
Ilustrasi minyak goreng


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan kendala terkait kurangnya pasokan minyak di dalam negeri, yang terjadi di lapangan atau di level pendistribusian produk ke pasar ritel.

Menurut Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag I G Ketut Astawa, produsen minyak sawit mentah (CPO) telah memenuhi kebijakan Domestik Market Obligation (DMO).

Untuk kebutuhan minyak goreng dalam negeri, kebijakan itu terpenuhi dengan memasok sebanyak 351 juta liter.

"Kalau kita lihat data yang ada komitmen dari produsen CPO itu sudah mencapai 351 juta liter selama 14 hari, kebutuhan kita selama per bulan sebenarnya berkisar antara 279 sampai 300 juta liter," kata Ketut dilansir Kompas.com.

Ia menyebut, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama jajarannya serta Satgas Pangan, telah turun ke lapangan dalam beberapa inggu terakhir.

Hal itu untuk mengurai simpul-simpul permasalahan yang menyebabkan pasokan minyak goreng tersendat di pasaran.

Polisi Bongkar Penimbun 9.600 Liter Minyak Goreng di Kota Serang, Pasangan Suami Istri Diamankan
Polisi Bongkar Penimbun 9.600 Liter Minyak Goreng di Kota Serang, Pasangan Suami Istri Diamankan (Dokumentasi polisi)

Baca: Deretan Kebutuhan Pokok yang Harganya Naik di Awal 2022, dari Minyak Goreng hingga Elpiji

Ketut mengakui memang terdapat temuan Satgas Pangan ada oknum-oknum yang sengaja menimbun minyak goreng dan tidak mendistribusikannya ke pasaran.

"Oleh karena itu kami beserta jajaran juga sedang mencari di mana letak simpulnya ini apakah ada yang menimbun. Dan memang ada beberapa hal seperti temuan Satgas Pangan di Sumatera Utara, termasuk di Kalimantan, dan sebagainya," ujar Ketut, mengutip Kompas.com.

"Ini yang teman-teman beserta tim Satgas pangan kabupaten kota dan provinsi sedang melakukan langkah-langkah evaluasi tersebut," imbuh dia.

Ketut juga membeberkan masih ada masyarakat yang membeli minyak goreng dalam jumlah yang lebih besar dari kebutuhan biasanya, sehingga menyebabkan ketersediaan produk yang semakin menipis.

Baca: Polri Panggil Produsen Minyak Goreng Se-Indonesia : Kami Awasi, Jangan Coba Hambat Distribusi

"Masyarakat kita sendiri juga karena ada informasi kekurangan ketersediaan minyak akhirnya mereka berbondong-bondong beli, bahkan satu keluarga biasanya sudah beli, besoknya beli, sorenya beli," kata dia.

"Sehingga kadang-kadang di salah satu ritel modern dibuka langsung habis," lanjutnya.

Semua pihak, kata Ketut, harus bersama-sama memberikan sosialisasi kepada masyarakat, supaya tak perlu melakukan panic buying.

Hal itu agar ketersediaan minyak goreng tercukupi.

Baca: Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Pasutri yang Timbun Minyak Goreng 9.600 Liter di Serang

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait minyak goreng langka di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved