TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasib nahas menimpa Eko Hadi Prasetya (43), guru agama Pondok Pesantren (Ponpes) Darus As'sadah di Samarinda, Kalimantan Timur.
Eko dikeroyok hingga tewas oleh kedua santrinya sendiri yang berinisial HR (17) dan AA (17).
Kedua pelaku mengeroyok korban pada Rabu (24/2/2022) pukul 05.30 Wita, setelah korban baru selesai menunaikan ibadah salat subuh.
Kejadian tersebut telah dikonfirmasi oleh Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Bambang.
Bambang berujar bahwa motif pengeroyokan itu lantaran kedua pelaku sakit hati karena ponsel milik mereka disita korban ketika jam pelajaran, sehari sebelum kejadian.
Bambang mengatakan kedua pelaku menghampiri korban berniat meminta ponselnya kembali.
"Tapi korban nggak mau kembalikan dengan alasan kedua santrinya bakal mengulangi perbuatannya," kata Bambang, Rabu (24/2/2022), dikutip dari Kompas.com.
Baca: Sakit Hati Dilarang Masuk ke Area Santriwati, Santri di Banyuwangi Nekat Tusuk Kiainya Sendiri
Baca: Kebakaran di Ponpes Miftahul Khoirot Karawang, 8 Santri Meninggal Dunia
Kedua pelaku saat itu mulai kesal dan mengeroyok korban menggunakan kayu.
Mereka berdua menyerang korban ke bagian kepala hingga tak berdaya.
Setelah memukul korban, kedua pelaku kemudian melarikan diri.
Lalu, korban sempat dibawa ke rumah sakit.
Akan tetapi, beberapa jam setelahnya korban dinyatakan meninggal dunia.
Dikatakan Bambang, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selaini itu, kata dia, dua santri tersebut sudah berhasil diamankan dan kini sedang ditahan.
"Ini masih penyelidikan, tapi motifnya soal itu sakit hati karena ponsel disita," ujar Ipda Bambang.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar beritat terkait lainnya di sini