TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur mengklaim serangan pasukan pemerintah Ukraina menewaskan dua warga sipil, Senin (21/2/2022).
Kantor berita Rusia, RIA, melaporkan pasukan pemerintah melepaskan tembakan pada hari Minggu malam.
Para pemberontak yang memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat Luhansk itu dalam beberapa hari belakangan memang terlibat ketegangan dengan pasukan pemerintah.
Kedua belah pihak menuduh lawannya telah melanggar aturan genjatan senjata yang berlakuk sejak tahun 2014.
Masing-masing menggunakan senjata berat seperti mortir dan artileri dalam serangan yang dilakukan.
Militer Ukraina: serangan merusak TK
Pada hari Kamis pekan lalu militer Ukraina menuding pasukan pemberontak telah melancarkan serangan artileri yang menargetkan sebuah desa di wilayah Luhansk.
Serangan itu disebut mengenai sebuah taman kanak-kanak atau TK, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Baca: Dapat Data dari Intelijen, Joe Biden Kini Yakin Rusia Bakal Menyerbu Ukraina
Dalam foto beredar, tampak peluru artileri membuat tembok gedung TK tersebut berlubang dan ruangan di dalamnya dipenuhi puing-puing.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa tentara Ukraina dan pemberontak yang didukung Rusia sempat saling tembak.
Serangan itu diluncurkan di sepanjang garis gencatan senjata yang berada di Ukraina timur.
Pihak pemberontak menuduh pemerintah Ukraina terlepih dulu melepaskan tembakan ke wilayah pemberontak.
Dikutip dari Reuters, Jumat (18/2/2022), tembakan tersebut dilancarkan sebanyak empat kali selama 24 jam terakhir.
Sementara itu, pemerintah gantian menuduh para pemberontak melepaskan tembakan artileri yang mengenai sebuah TK.
Gencatan senjata di antara mereka dimulai sejak tahun 2015 dan berhasil mengakhiri pertempuran besar.
Baca: Ukraina: Serangan Artileri dari Pemberontak Pro-Rusia Merusak TK di Luhansk
Baca: AS Sebut Rusia Sedang Siapkan Invasi ke Ukraina, Bisa Terjadi Beberapa Hari ke Depan
Salah satu kelompok pemberontak yang menamakan dirinya Republik Rakyat Luhansk mengatakan pasukan Ukraina menggunakan mortir, pelontar granat, dan senapan mesin dalam baku tembak hari Kamis lalu.
"Pasukan bersenjata Ukraina telah melanggar rezim gencatan senjata, menggunakan senjata berat yang menurut Kesepakatan Minsk harus ditarik."
Kemungkinan invasi Rusia
Menurut duta besar AS untuk OSCE, Rusia telah mengerahkan sekitar 190.000 tentara di perbatasan Ukraina.
"Ini adalah mobilisassi militer terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II," kata Duta Besar AS untuk OCSE, Michael Carpenter, (18/2/2022).