TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bupati Wonogiri Joko Sutopo membeberkan fakta baru terkait skandal seks yang melibatan bocah SMP di Jatiroto, Kabupaten Wonogiri dengan 7 lelaki.
Belakangan terungkap, awalnya hanya satu anak yang berhubungan badan dengan perempuan X tersebut, namun karena insiden itu hanya diselesaikan dengan cara mediasi, tidak ada efek jera.
Hingga akhirnya, kata Joko Sutopo, justru ada anak-anak lain di bawah umur yang melakukan hal serupa.
Bupati Wonogiri itu pun menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa di Jatiroto tersebut.
Ia bahkan mengundang camat, kades, kadus dan sejumlah tokoh masyarakat setempat guna membicarakan kejadian itu.
"Atas kondisi itu, semuanya sudah sepakat, ini nanti bakal diselesaikan di jalur hukum. Nanti pengadilan yang memutuskan. Apakah akan menjalani rehabilitasi atau bagaimana," kata Joko Sutopo kepada wartawan, mengutip Tribunnews.com, Rabu (16/2/2022),
"Apakah pelaku di bawah umur tidak bisa kena sanksi? Nanti persidangan yang akan menentukan," imbuh Joko.
Baca: Kondisi Pilu Orangtua Santriwati Korban Rudapaksa Guru Pesantren di Bandung
Kendati demikian, Joko memastikan adanya proses pendampingan bagi perempuan berinisial X, dan tujuh laki-laki lainnya lantaran masih di bawah umur.
"Dinas memberikan sosialisasi, apakah efektif? Tidak begitu efektif," ucap dia.
"Maka saat nanti mendengar ada tindakan seperti itu yang diproses hukum, maka saya yakin ada dampak yang cukup luar biasa dalam menimbulkan efek jera," imbuh dia.
Skandal Menggemparkan Publik
Diberitakan sebelumnya, skandal seks yang melibatkan sejumlah bocah SMP di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, menghebohkan publik.
Ironis, gadis berinisial X, yang berusia 14 tahun itu masih duduk di bangku SMP, digilir oleh ke tujuh teman lelakinya yang juga masih SMP dari berbagai daerah.
Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, sampai-sampai ada sidang besar-besaran yang menyeret si ABG tersebut dan 7 teman lelakinya bersama orangtuanya.
Bahkan, suasana sidang kala itu sangat mencekam lantaran seluruh pihak berada di dalam satu ruangan.
"Perilaku seks bebas ini terbongkar," ungkap Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Jatiroto, Miran mengawali pembicaraan dengan TribunSolo.com, Senin (7/2/2022).
Baca: Tak Kunjung Pulang, Gadis 15 Tahun Digilir Dua Pemuda Penggemar Film Panas Jepang
Miran yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jatiroto menyebut, terbongkarnya perilaku menyimpang para bocah itu lantaran kecurigaan pemuda Karang Taruna setempat.
Pasalnya, X kedapatan kerap pergi larut malam dan kembali pulang hingga dini hari.
"Pernah ditanya jawabnya main, karena curiga akhirnya dipantau," kata dia.
Miran menegaskan, berdasarkan hasil introgasi, X ternyata mengakui pernah melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan ketujuh teman laki-lakinya.
"Lima teman dari Jatiroto dan dua orang lainnya berasal dari Kecamatan Jatisrono, rata-rata masih 15 tahunan," ucap dia.
Baca: Gabung Pesta Miras, Siswi SMA di Jember Jadi Korban Pemerkosaan, Digilir Delapan Pemuda Mabuk
Melaporkan untuk Disidang
Miran menambahkan, adanya temuan itu lantas dilaporkan hingga tingkat kecamatan.
Seluruh anak bersama pihak terkait, seperti orangtua dan tokoh masyarakat pun dihadirkan guna mengikuti mediasi.
"Kan tidak diketahui secara langsung, menceritakan yang sudah terjadi sebelumnya. Anak-anaknya juga hadir. Setelah dikroscek mengaku semuanya," tuturnya.
Atas insiden tersebut, kemudian disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan, dan tidak dibawa ke pihak kepolisian lantaran hubungan badan tersebut tidak dipergoki secara langsung.
Adapun, berdasarkan pengakuan yang didapat, hubungan badan yang dilakukan bocah-bocah SMP itu telah berlangsung sejak lama.
"Hubungan badan di rumah anak lainnya, mereka kenalan lewat Medsos," terang dia.
"Tidak bersamaan, sudah lama dan berulang-ulang, terbongkar tal sampai digrebek," katanya.
Miran menyebut, X tidak tinggal bersama orang tuanya, melainkan bersama sang nenek dan kakek di rumahnya.
"Kita nanti juga koordinasikan lintas kecamatan, termasuk ke sekolah juga. Sekolahnya mereka kan beda-beda," kata dia.
Disisi lain, Camat Jatiroto, Suparmo memastikan akan melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap anak-anak tersebut.
"Kita pantau terus, jangan seperti itu," ucap dia.
Baca: Viral Bos Warteg Rudapaksa Karyawan Karena Kesepian Jauh dari Istri, Berikut Kronologinya
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait berita siswi SMP digilir 7 teman lelakinya di sini