TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengecam penyerbuan yang dilakukan aparat kepolisian bersenjata lengkap terhadap warga di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022).
Muhaimin mengatakan, cara-cara represif terkait pembebasan lahan di Desa Wadas seharusnya dapat dihindari.
"Kekerasan seperti di Wadas harus dihindari. Apapun alasan yang digunakan aparat, tindakan represif tidak bisa dibenarkan. Harus ada pihak penengah (mediator) agar peristiwa semacam ini tidak terjadi," kata Muhaimin, Selasa, dikutip dari Kompas.com.
Muhaimin menegaskan, setiap masalah semestinya diselesaikan dengan musyawarah, tanpa harus ada penyerbuan hingga penangkapan terhadap masyarakat.
Dirinya mendorong pemerintah dan aparat mencari jalan keluar yang lebih manusiawi.
Di sisi lain, masyarakat juga mau menempuh jalur dialog agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.
"Prihatin dan harus ada solusi. Musyawarah, tolong," kata pria yang akrab disapa dengan nama Cak Imin tersebut.
Seperti diketahui, pada Selasa kemarin, 250 petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP memasuki Desa Wadas menemani 70 anggota Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang melakukan pengukuran lahan guna pembangunan proyek Bendungan Bener.
Awalnya, seorang warga yaitu Mochamad Suud diamankan di Polsek Bener untuk dimintai keterangan.
Ia diduga memotret kegiatan kepolisian dan mengunggah gambar ke media sosial dengan narasi provokatif.
Baca: Waduk Wadaslintang
Baca: Kabupaten Purworejo
Kepala Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Zainal mengungkapkan, ratusan petugas kepolisian telah melakukan apel di Lapangan Kaliboto, belakang Polsek Bener yang berada tepat di pintu masuk Desa Wadas sejak Senin (7/2/2022).
Lalu, pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, polisi memasuki Desa Wadas sembari merobek banner dan poster perlawanan warga.
Sementara, aparat kepolisian juga mengepung warga yang berada di Majid Desa Wadas.
Dikabarkan, polisi menangkap 23 warga Wadas karena membawa senjata tajam.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, sebanyak 23 orang telah diamankan dan langsung diinterogasi.
"Mereka diamankan karena terjadi ketegangan antara masyarakat yang pro dan kontra. Terjadi adu mulut dan ancaman kepada warga yang pro. Aparat kemudian mengamankan masyarakat yang membawa sajam dan parang dan dibawa ke Polsek Bener," jelas Iqbal saat dikonfirmasi, Selasa (8/2/2022).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)