Kabupaten Purworejo

Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota berada di kota Purworejo.


Kabupaten Purworejo
Tribunnewswiki.com
Kabupaten Purworejo 

Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota berada di kota Purworejo.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

Ibu kota berada di kota Purworejo.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang di utara, Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di timur), Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Kebumen di sebelah barat.

Kabupaten Purworejo Kabupaten Purworejo terletak pada posisi 109o 47’28” – 110o 8’20” Bujur Timur dan 7o 32’ – 7o 54 Lintang Selatan.

  • Sejarah


Sejak jaman dahulu wilayah kabupaten Purworejo lebih dikenal sebagai wilayah tanah Bagelen.

Kawasan yang sangat disegani oleh wilayah lain, karena dalam sejarah mencatat sejumlah tokoh.

Misalnya dalam pengembangan agama Islam di Jawa tanah Selatan, tokoh Sunan Geseng dikenal sebagai Ulama besar yang meng-Islam-kan wilayah dari timur sungai Lukola dan pengaruhnya sampai ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang.

Dalam pembentukan kerajaan Mataram Islam, para tokoh Bagelen adalah pasukan andalan dari Satuwijaya yang kemudian setelah bertahta bergelar Panembahan Senapati.

Dalam sejarah tercatat bahwa tokoh Bagelen sangat berperan dalam berbagai operasi militer sehingga nama Bagelen sangat disegani.

Dalam perang Diponegoro abad ke XIX, wilayah Tanah Bagelen juga menjadi ajang pertempuran karena pangeran Diponegoro mendapat dukungan luas dari masyarakat setempat.

Pada Perang Diponegoro itu,  wilayah Bagelen dijadikan karesidenan dan masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda dengan ibu kotanya Kota Purworejo.

Wilayah karesidenan Bagelen dibagi menjadi beberapa kadipaten, antara lain kadipaten Semawung (Kutoarjo) dan Kadipaten Purworejo dipimpin oleh Bupati Pertama raden Adipati Cokronegoro Pertama.

Dalam perkembangannya, Kadipaten Semawung (Kutoarjo) kemudian digabung dengan Kadipaten Purworejo.

Tahun 1936, Gubernur Jenderal Hindia Belanda merubah administrasi pemerintah di Kedu Selatan, Kabupaten Karanganyar dan Ambal digabungkan menjadi satu dengan Kebumen dan menjadi Kabupaten Kebumen.

Sedangkan Kabupaten Kutoarjo juga digabungkan dengan Purworejo, ditambah sejumlah wilayah yang dahulu masuk administrasi Kabupaten Urut Sewu/Ledok menjadi Kabupaten Purworejo.

Sedangkan Kabupaten Ledok menjadi Kabupaten Wonosobo.

Dalam perkembangan sejarahnya Kabupaten Purworejo dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan, pertanian dan militer.

Tokoh-tokoh yang muncul antara lain WR Supratman Komponis lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.

Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal A.Yani, Sarwo Edy Wibowo dan sebagainya.

  • Visi dan Misi


VISI

Terwujudnya Kabupaten Purworejo yang semakin sejahtera berbasis pertanian, pariwisata, industri dan pedagangan yang berwawasan budaya, lingkungan dan ekonomi kerakyatan.

MISI

  • Mewujudkan Kabupaten Purworejo  sebagai kabupaten yang religius dan demokratis;
  • Mewujudkan Kabupaten Purworejo sebagai gerbang ekonomi utama bagian selatan Provinsi Jawa Tengah yang berbasis pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan;
  • Mewujudkan Kebupaten Purworejo sebagai daerah tujuan wisata unggulan berbasis budaya dan kearifan lokal;
  • Mewujudkan Kabupaten Purworejo yang unggul di bidang seni, budaya dan olahraga;
  • Mewujudkan Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten yang unggul di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan;
  • Mewujudkan Kabupaten Purworejo menjadi kabupaten yang memiliki aparatur pemerintahan yang mampu melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan partisipatif yang berorientasi pada optimalisasi pelayanan publik;
  • Mewujudkan desa di Kabupaten Purworejo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai bidang.

  • Geografis


Kabupaten purworejo terletak pada posisi 109o 47’ 28” - 110o 08’ 20” Bujur Timur, 7o 32’ Lintang Selatan.

Secara topografis merupakan wilayah beriklim tropis basah dengan suhu antara 19C-28C.

Sedangkan kelembapan udara antara 70 %-90% dan curah hujan tertinggi pada bulan Desember 311mm dan bulan Maret 289mm.

Sungai-sungai yang ada di Kabupaten Purworejo antara lain Sungai Wawer / Kali Medono, Sungai Bogowonto, Sungai Jali, Sungai Gebang, Sungai Bedono, Sungai Kedunggupit, Sungai Kodil, dan Sungai Kalimeneng berhulu di pegunungan Serayu Selatan.

Sedangkan Sungai Jebol, Sungai Ngemnan, Sungai Dulang dan Sungai Kaligesing berhulu di pegunungan Menoreh.

Gunung-gunung yang ada di Kabupaten Purworejo diantaranya Gunung Pupur Gunung Mentosari (1.059 m), Gunung Rawacacing (1.035 m), Gunung Gambarjaran (1.035 m) di pegunungan Serayu Selatan.

Sedangkan di pegunungan Menoreh Terdapat Gunung Gepak (859 m) dan Gunung Ayamayam (1.022 m).

  • Kecamatan


Kabupaten Purworejo terdiri atas 16 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 469 desa dan 25 kelurahan.

Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Purworejo.

Kecamatan di Kabupaten Purworejo adalah:

  • Bagelen
  • Banyuurip
  • Bayan
  • Bener
  • Bruno
  • Butuh
  • Gebang
  • Grabag
  • Kaligesing
  • Kemiri
  • Kutoarjo
  • Loano
  • Ngombol
  • Pituruh
  • Purwodadi
  • Purworejo

  • Ekonomi


Pertanian

Aktivitas ekonomi kabupaten ini bergantung pada sektor pertanian, di antaranya padi, jagung, ubi kayu dan hasil palawija lain.

Sentra tanaman padi di Kecamatan Ngombol, Purwodadi dan Banyuurip. Jagung terutama dihasilkan di Kecamatan Bruno.

Ubi kayu sebagian besar dihasilkan di Kecamatan Pituruh.

Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Purworejo menjadi salah satu sentra penghasil rempah-rempah (Bahasa Jawa: empon-empon), yaitu: kapulaga, kemukus, temulawak, kencur, kunyit dan jahe yang sekarang merupakan komoditas biofarmaka binaan Direktorat Jenderal Hortikultura.

Selain untuk bumbu penyedap masakan, juga untuk bahan baku jamu.

Empon-empon yang paling banyak dihasilkan Purworejo adalah kapulaga. Sentra produksi di Kecamatan Kaligesing, Loano dan Bener.

Konsumen tanaman empon-empon adalah perajin jamu gendong, pengusaha industri jamu jawa dan rumah makan.

Perkebunan

Kelapa merupakan tanaman perkebunan rakyat sebagai sumber penghasilan kedua setelah padi bagi sebagian besar petani di Kabupaten Purworejo.

Komoditas unggulan perkebunan yang lain, yaitu: Kopi, Karet, Kakao, Vanili (tanaman tahunan) dan Tebu serta Nilam (tanaman semusim).

Komoditi Tembakau rakyat sebagai usaha tani komersial, juga telah memberi kontribusi kepada pendapatan negara (Devisa) dan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga pada 2008 dan 2009 Kabupaten Purworejo mendapat Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

Upaya pemerintah pusat dalam pembangunan perkebunan di daerah, telah merintis pengembangan tanaman jarak pagar yang diharapkan dapat bermanfaat dalam mewujudkan desa mandiri energi sebagai solusi menanggulangi kelangkaan bahan bakar.

Peternakan

Di bidang peternakan, ternak yang menjadi khas Purworejo adalah kambing peranakan etawa (PE), yakni kambing dari India yang memiliki postur tinggi besar.

Peternakaan kambing PE terutama di Kecamatan Kaligesing. Sisanya dari Kecamatan Purworejo, Bruno, dan Kemiri.

Di Kecamatan Kaligesing, kambing itu dikawinkan dengan kambing lokal, sehingga tercipta kambing PE ras Kaligesing.

Bagi sebagian besar peternak di Purworejo, memiliki kambing ini merupakan kebanggaan tersendiri, ibarat memiliki mobil mewah.

Setiap tahun ribuah kambing dipasarkan ke luar Purworejo, termasuk ke Jawa Timur (Ponorogo, Kediri, Trenggalek), Sumatra (Bengkulu, Jambi), Riau dan Kalimantan(Banjarmasin), bahkan pada 2005 - 2006 pernah ekspor ke Malaysia.

Perikanan

Di bidang perikanan, Kabupaten Purworejo memiliki potensi cukup besar, baik perikanan tangkap yang dilakukan para nelayan pantai laut selatan meliputi kecamatan Grabag, Ngombol dan Purwodadi.

Ada pun komoditasnya seperti ikan bawal laut, ikan pari, ikan GT, kakap merah dll.

Untuk perikanan budidaya tambak terdapat di desa Jatimalang, Jatikontal dan Gedangan dengan komoditas udang vaname dan udang galah, sedangkan untuk perikanan budidaya air tawar meliputi Budidaya Ikan Gurami terdapat di Desa Kaliurip, Sendangsari, Karangsari (Kecamatan Bener) Desa Penungkulan, Lugosobo dan Pakem (Kecamatan Gebang) serta Desa Maron dan Mudalrejo (kecamatan Loano).

Khusus untuk Desa Kaliurip, merupakan pusat percontohan budidaya ikan gurami jenis Jepun dan pernah menjuarai lomba tingkat provinsi Jawa Tengah dan juara harapan II di tingkat nasional

Industri
 
Di bidang industri, Purworejo memiliki satu industri tekstil di Kecamatan Banyuurip.

Selain tekstil, di kecamatan ini ada dua industri pengolahan kayu dengan 387 tenaga kerja.

Satu industri yang sama dengan 235 tenaga kerja di Kecamatan Bayan.

Saat ini hasil industri yang mulai naik daun adalah pembuatan bola sepak. 

  • Pariwisata


Beberapa objek wisata lainnya di Purworejo;

  • Alun Alun Purworejo
  • Air Terjun Muncar
  • Air Terjun Nabag
  • Air Terjun Klesem
  • Air Terjun Benowo
  • Air Terjun Gunung Putri
  • Air Terjun Kyai Kate
  • Air Terjun Kaliurip
  • Air Terjun Abang
  • Air Terjun Siklotok-Silangit
  • Air Terjun Sedayu
  • Air Terjun Sidandang
  • Air Terjun Silendung
  • Air Terjun Pendowo
  • Air Terjun Loning
  • Air Terjun Giyombong
  • Air Terjun Jaka Tarub
  • Benteng Pendem Purworejo
  • Dewi Mass Semawung
  • Goa Selokarang
  • Goa Seplawan
  • Goa Sikantong
  • Pantai Ketawang
  • Pantai Keburuhan
  • Pantai Jatimalang
  • Pantai Jatikontal
  • Puncak Geger Menjangan
  • Hutan Pinus Purworejo
  • Hutan Kusumo Asri Purworejo
  • Museum Tosan Aji
  • Stasiun Kereta Api Purworejo
  • Sendang Sono
  • Sungai Kedung Lesung
  • Sungai Bogowonto

  • Kuliner Daerah


Beberapa masakan dan makanan khas Purworejo antara lain:

  • Dawet Hitam: sejenis cendol yang berwarna hitam, sangat digemari pemudik dari Jakarta.
  • Tahu Kupat (beberapa wilayah menyebut "kupat tahu"), sebuah masakan yang berbahan dasar tahu dengan bumbu pedas yang terbuat dari gula jawa cair dan sayuran seperti kol dan kecambah.
  • Geblek: makanan yang terbuat dari tepung singkong yang dibentuk seperti cincin, digoreng gurih
  • Clorot: makanan terbuat dari tepung beras dan gula merah yang dimasak dalam pilinan daun kelapa yang masih muda (janur kuning). (Berasa dari kecamatan Grabag)
  • Rengginang: gorengan makanan yang terbuat dari ketan yang dimasak, berbentuk bulat, gepeng.
  • Lanting: makanan ini bahan dan bentuknya hampir sama dengan geblek, hanya saja ukurannya lebih kecil. Setelah digoreng lanting terasa lebih keras daripada geblek. Namun tetap terasa gurih dan renyah.
  • Kue Satu: Makanan ini terbuat dari tepung ketan, berbentuk kotak kecil berwarna krem, dan rasanya manis.
  • Kue Lompong: Berwarna hitam, dari gandum berisi kacang dan dibugkus dengan daun pisang yang telah mengering berwarna kecoklatan (klaras).
  • Tiwul punel: Terbuat dari gaplek ubi kayu
  • Krimpying: Makanan ini berbahan dasar singkong, seperti lanting tetapi berukuran lebih besar dan lebih keras, berwarna krem, bentuknya bulat tidak seperti lanting yang umumnya berbentuk seperti angka delapan. Rasa makanan ini gurih.
  • cenil: makanan ini tebuat dari tepung ketela.
  • Awuggawug: terbuat dari tepung beras ketan yang berisi gula jawa rasanya manis.
  • Lapis: dari tepung beras ketan.

  • Transportasi


Purworejo terletak di jalur Selatan Jawa yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan kota-kota lain di pantai Selatan Jawa.

Purworejo dapat ditempuh melalui darat menggunakan moda transportasi jalan raya dan kereta api.

Stasiun besar di kabupaten ini terletak di Kutoarjo yang disinggahi kereta api ekonomi jurusan Bandung Kiaracondong - Stasiun Yogyakarta, Bandung - Madiun dan Purwokerto - Surabaya serta kereta bisnis seperti Senja Utama Solo dan Senja Utama Yogya.

Kereta eksekutif yang singgah di stasiun ini adalah Taksaka II. Dari stasiun Kutoarjo sendiri juga memberangkatkan kereta api sendiri yaitu Sawunggalih Utama dan Sawunggalih Ekonomi jurusan Kutoarjo - Jakarta Pasar Senen serta Sawunggalih Selatan jurusan Kutoarjo - Bandung.

Terminal bus utama di kabupaten ini terletak di antara Purworejo - Kutoarjo tepatnya di kecamatan Banyuurip.

Sementara itu, Purworejo menghubungkan kota-kota Kebumen di sebelah barat, Wonosobo di sebelah utara, Magelang di sebelah timur laut, dan kota Wates (Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta) di sebelah timur.

Di sebelah selatan kota Purworejo dikenal jalan raya yang diyakini sebagai bagian dari proyek pembangunan jalan raya Trans-Jawa, Anyer-Panarukan, saat pemerintahan Hindia Belanda berkuasa yang saat ini lebih dikenal dengan jalan Daendels.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)



Informasi
Nama Kabupaten Kabupaten Purworejo
Moto Purworejo Berirama (Bersih, Indah, Rapi, Aman, dan Makmur)
Provinsi Jawa Tengah
Peresmian 27 Februari 1831
Dasar Hukum UU No. 13/1950
Ibu Kota Purworejo
Bupati Agus Bastian, SE, MM
Luas 1.034 km2
Situs Resmi http://www.purworejokab.go.id
Maps https://goo.gl/maps/5roAy9KehYdSQpwY9


Sumber :


1. purworejokab.go.id


Penulis: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved