Joe Biden Kirim Ribuan Tentara AS ke Eropa Timur, Hadapi Kemungkinan Invasi Rusia

Amerika Serikat mengirimkan sekitar 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Romania.


zoom-inlihat foto
Staf-Angkatan-Udara-Amerika-Serikat.jpg
HANDOUT / US AIRFORCE / AFP
Staf Angkatan Udara Amerika Serikat dari 60th Aerial Port Squadron sedang memuat kargo ke dalam Boeing 757 di Pangkalan Udara Travis, California, 22 Januari 2022. Sejak tahun 2014, Amerika telah berkomitmen memberikan bantuan kepada Ukrainan, termasuk bantuan militer dan nonmiliter.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengirim sekitar 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Romania guna mengamankan Eropa Timur apabila Rusia benar-benar menginvasi Ukraina, Rabu (2/2/2022).

Hingga kini Rusia dilaporkan telah mengerahkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina.

Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu mengatakan akan melakukan langkah militer tertentu jika permintaannya tidak dipenuhi oleh NATO.

Kendati demikian, Rusia membantah adanya rencana menyerbu Ukraina.

Dilansir dari Reuters, (3/2/2022), satu skuadron Stryker berisi sekitar 1.000 tentara AS yang bermarkas Vilseck, Jerman, akan dikirim ke Romania.

Selain itu, sekitar 1.700 tentara lainnya, terutama dari 82nd Airborne Division, akan dikerahkan dari Fort Bragg, California, ke Polandia.

Kemudian ada sebanyak 300 tentara yang bakal dipindahkan dari Fort Bragg ke Jerman.

Sebelumnya, Biden sempat menegaskan komitmennya untuk menunjukkan keberadaan AS di Eropa Timur.

"Selama dia [Putin] tetap bertindak agresif, kita akan memastikan bahwa kita bisa meyakinkan sekutu NATO kita dan yang berada di Eropa Timur bahwa kita di sana," kata Biden.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021. (MARTIAL TREZZINI / POOL / AFP)

Juru bicara Pentagon, John Kirbiy, mengatakan tujuannya adalah memberikan "tanda yang kuat" kepada Putin dan dunia bahwa NATO penting bagi AS dan sekutunya.

Menteri Luar Negeri Polandia Mariusz Blaszczak menyebut pengiriman pasukan AS adalah tanda solidaritas.

Pengiriman itu juga disambut baik oleh Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

Dia mengatakan respons NATO terhadap tindakan Rusia bersifat defensif dan tidak berlebihan.

"Alat untuk ganggu Rusia"

Sebelumnya, Putin menuding AS dan sekutunya menggunakan Ukraina sebagai "alat untuk mengganggu Rusia".

Selain itu, Putin menuduh AS telah mengabaikan permintaan Rusia untuk menarik mundur pasukan NATO di Eropa Timur.

Mengutip pemberitaan The Guardian, (2/2/2022), mantan agen intelijen itu juga pernah meminta AS untuk tidak menerima Ukraina ke dalam aliansi sekutunya.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022. (YURI KOCHETKOV / POOL / AFP)

Dia memperkirakan masuknya Ukraina menjadi anggota NATO bisa menyebabkan konflik di wilayah Krimea yang dianekasasi Rusia tahun 2014.

"Sudah jelas bahwa permintaan utama Rusia diabaikan," kata Putin setelah berbincang dengan Perdana Menteri Hungaria Victor Orban, dikutip dari The Guardian.

Kendati demikian, Putin mengatakan siap melanjutkan pembicaraan dengan Barat.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved