Jokowi Minta PTM di DKI Dihentikan, Anies Baswedan : Terus Berjalan dan Kami Pantau

Jokowi meminta jajarannya lebih berhati-hati menyikapi kondisi pandemi saat ini karena kasus aktif Covid-19 naik sangat tinggi


zoom-inlihat foto
Gubernur-DKI-Jakarta-Anies-Baswedan-tiba-di-gedung-KPK-15.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta, Selasa (21/9/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo meminta pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi seiring dengan lonjakan kasus Covid-19.

Secara khusus, Jokowi menyoroti kondisi di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. 

"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," ujar Jokowi, Senin (31/1/2022), dikutip dari Kompas.com.

Seperti diketahui, pelaksanaan PTM diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri tentang penerapan PTM.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa daerah dengan PPKM level 2 bisa menggelar PTM dengan 100 persen kehadiran siswa.

Jokowi meminta jajarannya lebih berhati-hati menyikapi kondisi pandemi saat ini karena kasus aktif Covid-19 naik sangat tinggi, setelah varian Omicron menyebar di Indonesia.

"Hati-hati, saya ingin menegaskan kehati-hatian kita karena kasus aktif (Covid-19) naik 910 persen. Dari yang sebelumnya 6.108 kasus di tanggal 9 Januari (2022), kemudian menjadi 61.718 kasus di 30 Januari (2022)," jelasnya.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Humas Setkab/Agung)

Jokowi melanjutkan, penambahan kasus Covid-19 juga mengalami kenaikan 2.248 persen, yakni dari 529 kasus pada 9 Januari 2022 menjadi 12.422 kasus pada 30 Januari 2022.

"Tapi yang kita patut bersyukur meskipun kasus aktif naik 910 persen, tidak diikuti dengan melonjaknya angka kematian, ini bagus. Meskipun demikian, tetap harus kita harus tetap waspada," ungkap Jokowi.

Baca: Ir H Joko Widodo (Jokowi)

Baca: Anies Baswedan

Respon Anies

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons permintaan Jokowi.

Dirinya menegaskan Pemprov DKI terus memonitor situasi pandemi di ibu kota.

"Kami sedang monitoring terus," ujar Anies saat berkunjung di Kelenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (1/2/2022).

Anies memastikan PTM 100 persen masih berjalan selama proses pemantauan dilakukan.

Kemudian, pengetatan mobilitas, termasuk proses belajar mengajar di sekolah, akan dilakukan jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 di rumah sakit.

Anies mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Jakarta sebenarnya sudah meningkat drastis dalam dua pekan terakhir.

"Apabila terlihat ada tren yang berubah, meningkat secara signifikan sehingga mengkhawatirkan dari sisi kapasitas rumah sakit, maka bisa dilakukan pengetatan. Jadi selama ini cara mengambil keputusannya begitu," ujar Anies.

Sudah Lama Diingatkan

Jauh sebelum diingatkan oleh Presiden Jokowi, sejumlah pihak juga sebenarnya sudah mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta segera menyetop PTM 100 persen. Hal ini mengingat sudah banyak siswa dan guru yang terpapar Covid-19. 

Data terakhir per 22 Januari lalu, sudah ada total 90 sekolah di ibu kota yang ditutup sementara karena guru dan muridnya terpapar virus corona. 

Peringatan agar DKI Jakarta menyetop PTM 100 persen salah satunya datang dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti pada 17 Januari lalu.

Ia saat itu menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang tak kunjung menghentikan proses pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di tengah temuan kasus Covid-19 di sekolah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR PTM DI SINI





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved