TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) mengungkapkan sudah mendeteksi lebih dari 50 kasus subvarian Omicron baru yang dikenal dengan nama varian BA.2.
Dikutip Tribunnewswiki dari CTVNews, setidaknya ada 51 kasus subvarian BA.2 yang ditemukan di Kanada, dengan kasus utama dari pelancong internasional.
Berdasarkan data yang ada, varian BA.2 Omicron tersebut telah terdeteksi di 40 negara.
Mengenal Varian BA.2
Dikutip dari Kompas.com, varian BA.2 pertama kali ditemukan pada November 2021 lalu.
Inggris sudah menetapkan varian tersebut sebagai varian yang tengah diselidiki dengan kemungkinan mempunyai keunggulan pertumbuhan.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum melabeli varian BA.2 sebagai varian yang menjadi perhatian, namun melacak penyebaran sub-garis keturunan.
Baca: Pfizer Mulai Menguji Vaksin yang Dikhususkan untuk Melawan Varian Omicron
Seperti diketahui, varian Omicron B.1.1.529 memiliki empat sub-garis keturunan, yakni BA.1, BA.1.1, BA.2, dan BA.3.
Sub-garis keturunan varian BA.2 Omicron dianggap lebih tersembunyi dibandingkan varian Omicron yang asli.
Lantaran sejumlah sifat genetik yang dimiliki membuatnya lebih sulit terdeteksi.
Sejumlah ilmuwan mengatakan, varian BA.2 Omicron dapat lebih menular dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna mengetahui karakteristik subvarian tersebut.
PHAC membeberkan varian BA.2 di Inggris memiliki banyak kesamaan dengan BA.1, namun tetap menunjukkan adanya perbedaan, di antaranya dalam mutasi yang dapat mempengaruhi transmisibilitas, deteksi, serta kemungkinan pelapasan kekebalan.
“Ada bukti yang sangat terbatas saat ini untuk menentukan seberapa besar pengaruh perbedaan antara BA.1 dan BA2, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan oleh ilmuwan untuk memantau kasus-kasus di Kanada dan melacak perkembangannya secara internasional,” beber PHAC.
Baca: Omicron Masih Menyebar, Pernikahan PM Selandia Baru Jacinda Ardern Terpaksa Ditunda
Pakar penyakit menular Dr. Isaac Bogoch mengatakan tingkat ketidakpastian yang signifikan tetap ada pada varian BA.2, tetapi subvarian Omicron tersebut harus tetap diwaspadai karena lebih banyak kasus dilaporkan di seluruh dunia, lantaran varian BA.2 Omicron terdeteksi di 40 negara.
Meski begitu, varian BA.2 Omicron tidak perlu dikhawatirkan, namun efektivitas vaksin terhadap varian tersebut memiliki kemungkinan sangat mirip dengan sub-garis keturunan BA.1.
“Ini tidak sama dengan BA.1, mungkin sedikit lebih menular, tapi mungkin ada banyak kesamaan lainnya,” jelas Bogoch.
“Saya pikir masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti bagaimana ini terwujud dan perlu belajar lebih banyak,” imbuhnya.
Sebanyak 40 negara di dunia telah mendeteksi varian BA.2 termasuk di Singapura, Inggris, Filipina, Denmark, India, dan Swedia.
Kendati begitu, belum diketahui secara jelas karakteristik varian BA.2 Omicron, tetapi Omicron lebih menular dibandingkan varian lainnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal Omicron di sini