TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pernikahan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern terpaksa ditunda karena negara itu mengeluarkan kebijakan pembatasan pada hari Minggu, (23/1/2022).
Kebijakan tersebut keluar setelah ditemukannya sembilan kasus baru varian Omicron di dalam sebuah keluarga.
Keluarga itu dilaporkan sempat terbang ke Auckland untuk menghadiri acara pernikahan.
Ardern mengatakan keluarga itu juga sempat menghadiri acara lainnya di Auckland.
Dilansir dari Associated Press, (24/1/2022), keluarga tersebut diperkirakan telah berkontak dengan lebih dari 100 orang selama menghadiri acara.
"Itu artinya Omicron tengah menyebar di Auckland dan kemungkinan juga di wilayah Nelson-Marlborough, jika tidak di tempat lain," kata Ardern.
Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Selandia Baru mengeluarkan kebijakan "red setting" atau kurang lebih artinya adalah "aturan di zona merah".
Baca: PM Selandia Baru: Erupsi dan Tsunami di Tonga Sebabkan Kerusakan, Belum Ada Laporan Kematian
Salah satu isi kebijakan ini adalah pembatasan jumlah tamu dalam sebuah acara.
Namun, Ardern menegaskan bahwa "red setting" bukan lockdown atau karantina.
Dengan demikian, tempat usaha tempat dibuka dan orang-orang masih tetap bisa mengunjungi keluarga dan teman serta bebas bepergian ke seluruh Selandia Baru.
"Rencana kita untuk menangani kasus Omicron pada fase awal tetap sama dengan Delta, yakni melakukan tes dengan cepat, melacak kontak, dan mengisolasi kasus untuk memperlambat penulara," kata Ardern kepada wartawan.
Ardern turut memberikan komentar mengenai penundaan pernikahannya yang sedianya dilangsungkan pekan ini.
"Saya bergabung dengan banyak warga lainnya yang telah mendapatkan pengalaman seperti ini akibat pandemi dan siapa pun yang mengalaminya, sata meminta maaf," kata dia.
Baca: Ada Kasus Covid-19 Baru, Australia Tangguhkan Travel Bubble dengan Selandia Baru
Ardern berencana menikahi kekasihnya, Clark Gayford. Keduanya telah memiliki putri berusia 2 tahun dari hasil hubungan mereka.
Selandia Baru kini menjadi salah satu dari negara yang belum mengalami lonjakan besar kasus Omicron.
Namun, perdana menteri perempuan itu mengatakan kasus Covid-19 pada pekan lalu susah dihindari karena Omicron sangat mudah menular.
Sebelumnya, negara itu dilaporkan telah berhasil menangani kasus Delta dan per hari ada laporan sekitar 20 kasus.
Kini jumlah orang yang masuk ke Selandia Baru bertambah banyak, dan mereka yang terinfeksi Omicron harus menjalani karantina.
Meningkatnya karantina membuat fasilitas karantina terbebani. Oleh karena itu, pemerintah membatasi akses warga negara yang akan masuk ke Selandia Baru.
Baca: Siap Perangi Pemanasan Global, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Umumkan Keadaan Darurat Iklim
Sebanyak 93 persen warga Selandia Baru yang berusia 12 tahun dan di atasnya telah mendapatkan vaksin penuh.
Sementara itu, sebanyak 52 persen telah mendapat vaksin tambahan.
Negara tetangga Australia itu juga sudah memulai vaksinasi anak berumur 5 hingga 11 tahun.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Selandia Baru di sini