Siap Perangi Pemanasan Global, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Umumkan Keadaan Darurat Iklim

Langkah simbolis ini diajukan untuk memaksimalkan tekanan dalam persiapan memerangi pemanasan global.


zoom-inlihat foto
perdana-menteri-selandia-baru-jacinda-ardern-54647.jpg
MICHAEL BRADLEY / AFP
Pemerintah secara resmi mengajukan mosi keadaan darurat pada Rabu depan, menurut rilis pusat saat pertemuan parlemen setelah pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai pendukung Ardern., FOTO: Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berbicara dalam ajang Undian Piala Dunia Rugbi 2021 di Auckland pada 20 November 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan keadaan darurat iklim di negaranya.

Langkah simbolis ini diajukan untuk memaksimalkan tekanan dalam persiapan memerangi pemanasan global.

Pemerintah secara resmi mengajukan mosi keadaan darurat pada Rabu depan, menurut rilis pusat saat pertemuan parlemen setelah pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai pendukung Ardern.

"Kami selalu menganggap perubahan iklim sebagai ancaman besar bagi wilayah kami, dan itu adalah sesuatu yang harus segera kami tindak lanjuti," kata Ardern, menurut reporter TVNZ, dilansir Reuters, Kamis (26/11).

"Sayangnya, kami tidak dapat membuat mosi seputar darurat iklim di parlemen saat (periode) jabatan terakhir, tetapi sekarang itu dapat dilakukan", tambahnya.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Lewis Carroll Mengirim Manuskrip Alice in Wonderland sebagai Kado Natal

FOTO: Kota Auckland, Selandia Baru
FOTO: Kota Auckland, Selandia Baru (Unsplash - Dan Freeman @danfreemanphoto)

Baca: Ramalan Zodiak Besok Jumat 27 November 2020, Cancer Mulailah Makan Sehat, Capricorn Harus Sabar

Ardern yang kembali berkuasa pada bulan lalu tercatat mengantongi suara terbanyak untuk Partai Buruh.

Ini rekor selama setengah abad terakhir di Selandia Baru, meski terjadi di tengah pandemi.

Kemenangan gemilang memungkinkan partai pendukung Ardern dapat memerintah penuh meski berkoalisi dengan Green Party untuk masa jabatan tiga tahun berikutnya.

Anggota parlemen yang baru terpilih dilantik pada Selasa (24/11) dan kembali bekerja pada Rabu (25/11) di parlemen yang paling beragam di Selandia Baru.

Adapun anggota parlemen memiliki sejumlah anggota dari berbagai macam ras kulit warna, kalangan LGBTQ, serta sejumlah besar perempuan.

Baca: Jadi Guru TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Akhirnya Bergelar Sarjana di Usia 78 Tahun

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada 12 Agustus 2020 berbicara kepada media mengenai kasus Covid-19 kembali muncul di negara itu. Ardern pada Selasa, (18/8/2020), membalas komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kasus Covid-19 di Selandia Baru mengerikan.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada 12 Agustus 2020 berbicara kepada media mengenai kasus Covid-19 kembali muncul di negara itu. Ardern pada Selasa, (18/8/2020), membalas komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kasus Covid-19 di Selandia Baru mengerikan. (MARTY MELVILLE / AFP)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Film Casablanca Diputar Perdana, Salah Satu Film Terbaik sepanjang Masa

Sementara itu, Ardern tercatat pernah mengesahkan RUU Nol Karbon dalam masa jabatan terakhirnya.

Dirinya bersama anggota kabinet mengajukan proposal bebas emisi karbon pada 2050.

Langkah tersebut mendapat dukungan lintas partai di parlemen.

Setelah seruan darurat iklim diajukan, Selandia Baru direncanakan akan bergabung dengan negara-negara seperti Kanada, Prancis, dan Inggris yang telah berada di garda depan dalam usaha mengatasi perubahan iklim.

Tak hanya geliat dari negara-negara Eropa, pada pekan lalu, anggota parlemen Jepang mengumumkan keadaan darurat iklim dan berkomitmen untuk menaati jadwal agar terwujudnya bebas emisi karbon.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved