Ahli Geofisika: Suara Letusan Gunung di Tonga Mungkin yang Terkeras sejak Erupsi Krakatau 1883

Ahli geofisika bernama Michael Polan menyebut suara letusan Gunung Hunga sebagai salah satu suara terkeras dalam seratus tahun terakhir.


zoom-inlihat foto
Haapai-Tonga.jpg
HANDOUT / UNITAR / ESRI BASEMAP / CNES/AIRBUS DS / AFP
Citra satelit (kanan) menunjukkan wilayah Ha'apai, Tonga, diselimuti abu vulkanik setelah Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai meletus pada tanggal 15 Januari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan letusan Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai berkekuatan 5 hingga 10 megaton TNT.

Angka itu setara dengan 500 kali kekuatan bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang, pada penghujung Perang Dunia II.

Dikutip dari NPR, (20/1/2022), suara letusan terdengar hingga sejauh Alaska di pantai barat AS.

Bahkan, seorang ahli geofisika bernama Michael Polan menyebut suara itu sebagai salah satu suara terkeras dalam seratus tahun terakhir.

"Ini mungkin suara letusan terkeras sejak Krakatatu meletus pada tahun 1883," kata Poland dikutip dari NPR.

Namun, ilmuwan NASA James Garvin mengatakan hal yang terburuk mungkin telah berakhir.

Garvin meyakini tidak akan ada letusan dahsyat seperti ini dalam waktu dekat.

Baca: Penduduk Tonga Sempat Tuli akibat Suara Keras Letusan Gunung Hunga Tonga-Hunga Haapai

Citra dari satelit Jepang bernama Himawari-8 memperlihatkan letusan besar gunung berapi bawah laut yang memicu tsunami di Tonga.
Citra dari satelit Jepang bernama Himawari-8 memperlihatkan letusan besar gunung berapi bawah laut yang memicu tsunami di Tonga. (HANDOUT / NATIONAL INSTITUTE OF INFORMATION AND COMMUNICATIONS (JAPAN) / AFP)

Penduduk sempat tuli

Suara keras letusan Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai dilaporkan sempat membuat penduduk Tonga menjadi tuli.

Ketika bencana itu terjadi penduduk hanya bisa melambaikan tangan kepada orang-orang terdekat agar bersama-sama menyelamatkan diri.

"Saat letusan pertama ... telinga kami berdenging dan kami bahkan tidak bisa mendengar satu sama lain, jadi yang kami lakukan adalah menunjuk anggota keluarga kami agar bangun, dan bersiap menyelamatkan diri," kata seorang wartawan setempat, Marian Kupu, yang menjadi salah satu saksi peristiwa itu, dikutip dari Reuters, (20/1/2022).

"Kami mengungsi dan saat itu kami, semua keluarga kami, baru saja berlari menjauhi area Kolovai, karena Kolovai tepat berada di sisi pantai," kata dia menjelaskan.

Baca: Kepulauan Tonga Dilaporkan Alami Kerusakan Parah akibat Tsunami

Gelombang besar terlihat menerjang pantai Kota Suva di Fiji setelah letusan gunung berapi di Tonga memicu terjadinya tsunami, 15 Januari 2022.
Gelombang besar terlihat menerjang pantai Kota Suva di Fiji setelah letusan gunung berapi di Tonga memicu terjadinya tsunami, 15 Januari 2022. (EMOSI KERESONI / @EMOSI KERESONI / ESN / AFP)

Desa rusak parah

Letusan besar itu memicu gelombang tsunami berketinggian sekitar 15 meter.

Gelombang kemudian menyapu pantai Tonga dan membuat desa-desa rusak parah.

Setidaknya ada tiga orang yang dilaporkan tewas akibat bencana besar itu.

Tsunami dilaporkan merusak komunikasi antara Tonga dan dunia luar. Bahkan, hingga saat ini hanya sebagian saja yang sudah pulih.

Letusan juga dilaporkan membuat Tonga diliputi dengan debu vulkanik yang mencemari pasokan air minum.

"Debu ada atap rumah, pohon, dan di semua tempat," kata Marian Kupu, seorang wartawan setempat, dikutip dari Reuters.

Baca: Gunung Hunga Tonga–Hunga Haapai

Baca: Gunung Berapi di Tonga Meletus Dahsyat, Picu Tsunami yang Dilaporkan Mencapai Pantai Barat AS

Kupu mengatakan penduduk Tonga bisa bertahan beberapa minggu ke depan dengan pasokan makanan yang saat ini tersedia.

Kendati demikian, dia mengatakan kondisi air minum di sana memprihatinkan.

Sementara itu, aliran listrik dan penerangan belum sepenuhnya pulih.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Tonga di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved