TRIBUNNEWSWIKI.COM - Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep menjadi sorotan publik lantaran wajahnya terpampang di salah satu makanan ringan di maskapai Garuda Indonesia.
Dalam foto yang beredar di media sosial, paket makanan bergambar foto Kaesang disajikan dalam penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Snack tersebut diketahui merupakan produksi PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Baker, seperti mengutip WartaKotalive.com.
Perusahaan lokal tersebut kemudian melakukan kerja sama co-branding bersama PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat), yang mana Kaesang adalah pemilik PT tersebut.
Hingga berujung kemasan baru pada snack tersebut menampilkan wajah Kaesang.
Sementara itu, CEO Tays Bakers, Alexander Anwar, menyebut hal ini bertujuan memperkenalkan tays Bakers di pasar ritel, karena menurut perusahaan, sosok Kaesang dekat dnegan UMKM Indonesia.
"Kemasan baru ini ditujukan untuk memperkenalkan Tays Bakers di pasar ritel, mengingat sosok Kaesang Pangarep yang dekat dengan UMKM Indonesia," ucap CEO Tays Bakers, Alexander Anwar melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/1/2022).
Lain halnya dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, kakak Kaesang, ia merespon santai kebijakan PT garuda yang akan menarik snack bergambar adiknya tersebut.
Gibran mengaku, adanya gambar sang adik pada kemasan snack yang viral itu adalah kesalahpahaman.
Baca: Felicia Tissue Ungkap Alasan Kirim Surat kepada Jokowi soal Kaesang: Bukan Perkara Jodoh, tapi Etika
Wasekjen PKS Kritisi Snack Bergambar Kaesang
Terkait snack bergambar Kaesang di penerbangan Garuda Indonesia, Wasekjen PKS Ahmad Fathul Bari menyebut jika hal ini dapat menggiring opini masyarakat hingga menyangkutpautkannya dengan kepentingan politik.
Ahmad Fathul menegaskan, sebagai perusahaan BUMN terbesar, Manajemen PT Garuda Indonesia seharusnya juga sensitif terhadap hal-hal seperti ini.
"Masa BUMN sebesar Garuda tidak mempunyai sensitivitas terhadap hal tersebut, menurut saya sangat naif," ujarnya.
"Jadi baiknya pernyataan-pernyataan dari BUMN dan sebagainya ini, harusnya ada pertama minta maaf," kata Ahmad Fathul dikutip dari Kompas TV, Selasa (18/1/2022).
Menurutnya, fenomena ini sangat erat kaitannya dengan aspek etis perusahaan BUMN.
"Sisi etika itu yang paling awal ya harus minta maaf. Karena hal semacam ini di masa reformasi harusnya tidak terjadi lagi," lanjut Ahmad Fathul melansir Tribunnews.com.
Ia menambahakn, selama tidak ada unsur nepotisme, PT Garuda Indonesia hanya cukup memberikan penjelasan saja kepada publik.
Tentunya, penjelasan itu berkaitan dengan kesesuaian prosedur bagaimana cara "Snack Kaesang" tersebut bisa sampai masuk ke manajemen Garuda.
Baca: RANS Cilegon & Persis Solo Promosi ke Liga 1, Klub Raffi Ahmad & Kaesang Akan Duel di Final Liga 2
Erick Tohir Buka Suara
Menteri BUMN Erick Tohir lantas buka suara terkait viralnya gambar Kaesang Pangarep yang terpampang pada kemasan snack di pesawat Garuda Indonesia.