Komnas HAM Ungkap Alasan Tolak Hukuman Mati untuk Herry Wirawan yang Perkosa 13 Santriwati

Komnas HAM tak setuju dengan tuntutan hukuman mati yang dijatuhkan kepada terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan.


zoom-inlihat foto
Herry-Wirawan.jpg
Istimewa via Tribun Jabar
Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang memperkosa 13 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak setuju dengan tuntutan hukuman mati yang dijatuhkan kepada terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengatakan bahwa Komnas HAM menentang hukuman mati untuk semua tindakan kejahatan atau semua tindakan pidana termasuk juga pidana kekerasan seksual, seperti yang dilakukan oleh Herry Wirawan.

Beka mengungkap alasan yang mendasari penentangan itu merupakan prinsip hak asasi manusia, salah satunya hak hidup.

Menurut dia, hak hidup sebagaimana telah termaktub dalam konstitusi Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

"Hak hidup adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apapun. Honor eligible right itu sudah ada di konstitusi kita dan juga ada di berbagai instrumen hak asasi manusia yang sudah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia," kata Beka, Rabu (12/1/2022), seperti dikutip dari Kompas.tv.

Kendati demikian, Beka sendiri mengaku sepakat bahwa hukuman yang berat harus diberikan kepada siapa pun pelaku kejahatan seksual.

Pasalnya, menurut Beka, korban dari Herry Wirawan ini banyak anak-anak.

Ilustrasi Pencabulan
Ilustrasi Pencabulan (KOMPAS.COM/HANDOUT)

Baca: Mengenal Kebiri Kimia, Tuntutan Hukuman untuk Herry Wirawan yang Perkosa 13 Santriwati

Baca: Akui Perkosa 13 Santriwati hingga Hamil dan Melahirkan, Herry Wirawan Minta Maaf

Namun, kata Beka, bukan hukuman mati yang harus dijatuhkan.

"Saya sepakat hukuman yang berat harus diberikan kepada siapapun pelaku kejahatan seksual apalagi korbannya banyak dan anak-anak, saya sepakat. Tapi bukan hukuman mati," kata Beka Ulung.

Sebelumnya, Herry Wirawan dituntut hukuman mati dan hukuman kebiri kimia.

Tuntutan tersebut disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang yang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa, (11/1/2022).

Menurut JPU, Herry Wirawan terbukti bersalah telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap 13 santriwatinya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N. Mulyana yang juga menjadi JPU dalam kasus tersebut mengatakan bahwa tuntutan hukuman mati dan hukuman kebiri kimia terhadap Herry Wirawan sebagai bukti komitmen Kejati Jabar untuk memberikan efek jera kepada pelaku atau pihak lain yang akan melakukan kejahatan serupa lainnya.

Selain itu, jaksa juga meminta agar hakim menjatuhkan pidana tambahan pengumuman identitas terdakwa.

"Kami juga menjatuhkan atau meminta kepada hakim untuk menjatuhkan pidana tambahan berupa pengumuman identitas agar disebarkan, dan hukuman tambahan berupa tindakan kebiri kimia," kata Asep usai usai persidangan di PN Bandung, Selasa (11/1/2022), seperti dikutip dari Kompas.com.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved