Wakil Bupati Nonaktif Ogan Komering Ulu Johan Anuar Meninggal Dunia

Wakil Bupati nonaktif Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Johan Anuar meninggal dunia pada Senin (10/1/2022) pagi.


zoom-inlihat foto
wakil-bupati-oku-drs-johan-anuar-sh-mm.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM
Wakil Bupati nonaktif Ogan Komering Ulu (OKU) Drs Johan Anuar SH MM


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wakil Bupati nonaktif Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Johan Anuar meninggal dunia pada Senin (10/1/2022) pagi.

Johan Anuar mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 56 tahun.

Diketahui, Johan meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Palembang.

Jenazah Johan rencananya akan dimakamkan di Baturaja, OKU.

Penasihat hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati, membenarkan kabar duka ini.

"Iya benar (Johan Anuar meninggal)," kata Titis saat dikonfirmasi, Senin (10/1/2022), seperti dikutip dari Tribun Sumsel.

Akan tetapi, Titis belum menjelaskan secara rinci kronologi Johan meninggal dunia.

"Tapi saya hubungi keluarganya dulu. Nanti saya hubungi lagi," kata Titis.

Baca: Terjerat Korupsi Lahan Kuburan, Wabup OKU Terpilih Tetap Ingin Dilantik, Ajukan Izin Keluar Rutan

Baca: Ibunda Chairul Tanjung Meninggal Dunia, Maruf Amin Melayat ke Rumah Duka

Wakil Bupati OKU Johan Anuar digiring ke tahanan Polda Sumsel, Selasa (14/1/2020) malam.
Wakil Bupati OKU Johan Anuar digiring ke tahanan Polda Sumsel, Selasa (14/1/2020) malam. (Tribun Sumsel/ M Ardiansyah)

Sementara itu, Johan Anuar sendiri diketahui sedang mengidap penyakit tumor di bagian kepala dan kanker pada paru-paru.

Tindakan operasi atas penyakit yang diidapnya itu juga sempat Johan lakukan demi kesembuhannya.

Diketahui, Johan Anuar divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang, Sumatera Selatan atas kasus korupsi lahan kuburan di kabupaten OKU.

Dalam vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Erma Suharti, Johan terbukti melakukan korupsi lahan kuburan yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 3,2 miliar.

Dia terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda pidana Rp 500 juta. Apabila tidak dibayar, diganti kurungan selama 6 bulan," kata Erma saat membacakan amar putusan, Selasa (4/5/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved