Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Zine el Abidine Ben Ali adalah manta Presiden Tunisia yang diktator.
Ia memimpin Tunisia selama lebih dari dua dekade.
Di akhir hayatnya, ia meninggal dalam pengasingan di Arab Saudi.
Jenazahnya dimakamkan di Madinah.
Kekuasaannya runtuh karena gelombang Arab Spring, bersamaan dengan beberapa pemimin Timur Tengah lainnya. (1)
Baca: Muhammad Iqbal
Karir #
Ben Ali lahir di Hammam-Sousse pada tahun 1936.
Waktu itu, Tunisia masih menjadi daerah jajahan Prancis. (2)
Ben Ali tidak menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.
Namun, ia mendapatkan pelatihan di Special Inter-service School di Saint-Cyr, Prancis, Artillery School di Chalons-sur-Marne, Prancis, Senior Intelligence School di Maryland, dan School for Anti-Aircraft Field Artillery di Texas.
Pada tahun 1964, ia menjadi staf pegawai militer di Tunisia.
Ia mendirikan Departemen Keamanan Militer dan mengatur pengoperasian badan tersebut selama sepuluh tahun.
Ia kemudian dipercaya sebagai atase militer untuk Maroko dan Spanyol.
Pada tahun 1977, ia dipercaya sebagai Direktur Jenderal Keamanan Nasional.
Tak lama kemudian, ia masuk ke gelanggang politik Tunisia.
Ia ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri pada 28 April 1986.
Pada tahun 1987, ia naik menjadi Perdana Menteri.
Satu bulan kemudian, ia melakukan kudeta.
Baca: Ayatollah Ali Khamenei
Sejak saat itu, Ben Ali memproklamirkan dirinya sebagai Presiden Tunisia.
Ia melakukan kudeta dengan cara kudeta medis.
Ia meminta seorang dokter membuat laporan medis yang menyatakan bahwa Bourguiba, presiden sah Tunisia, tidak mampu adn tidak dapat memenuhi tugasnya sebagai presiden karena masalah medis.
Kiprah Sebagai Presiden #
Di masa kepemimpinannya, ia melakukan beberapa pelanggaran hak asasi manusia.
Ia juga membatasi suara pers.
Ia terus-menerus terpilih sebagai presiden hingga lebih dari 20 tahun kemudian.
Pada tahun 2010 dan 2011, ketika Arab Spring mulai masuk ke Tunisia, masyarakat Tunisia turun ke jalan melakukan demonstrasi karena meningkatnya pengangguran.
Pada tanggal 13 Januari 2011, Ben Ali mengumumkan bahwa dirinya tidak akan maju lagi sebagai presiden di periode berikutnya dan berjanji akan meningkatkan kebebasan pers dan ekonomi.
Baca: Ruhollah Khomeini
Besoknya, ribuan demonstran kembali turun ke pusat kota Tunisia.
Ben Ali dan keluarganya mengungsi ke Arab Saudi.
Pemerintahan sementara dipegang oleh Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi.
Pada 26 Januari 2011, pemerintahan sementara Tunisia menjatuhkan hukuman berupa tahanan internasional kepada Ben Ali.
Ia didakwa melarikan aset dan uang negara secara ilegal, melakukan pencucian uang, dan perdagangan obat-obatan.
Pada 20 Juni 2011, Ben Ali dan istrinya diputuskan dihukum penjara selama 35 tahun. (3)
Pada 19 September 2019, ia dinyatakan meninggal dunia setelah berada di pengasingan di Arab Saudi selama delapan tahun. (4)
(Tribunnewswiki.com/Yusuf)
| Info Pribadi | Presiden Tunisia ke-2 |
|---|
| Tempat Tanggal Lahir | Hammam Sousse, 3 September 1936 |
|---|
| Meninggal | Jeddah, 19 September 2019 |
|---|
| Partai Politik | Partai Destourian Sosialis (1986–1988), Partai Demokratik Konstitusional (1988–2011), Independen (sejak 2011) |
|---|
Sumber :
1. m.republika.co.id
2. dunia.tempo.co
3. m.merdeka.com
4. m.republika.co.id