40 Persen Warga AS Masih Tak Percaya Joe Biden Menang Sah dalam Pilpres

Berdasarkan hasil jajak pendapat, sebanyak 40 persen warga AS masih meragukan kemenangan Joe Biden.


zoom-inlihat foto
Joe-Biden-Putin.jpg
MARTIAL TREZZINI / POOL / AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lebih dari 40 persen warga Amerika Serikat (AS) masih tidak percaya bahwa Joe Biden menang sah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020.

Sementara itu, sebanyak 55 persen lainnya meyakini Biden telah mengalahkan Donald Trump secara sah.

Angka ini didapatkan melalui jajak pendapat yang baru saja dilakukan oleh Axios-Momentive.

Hasil jajak pendapat ini diungkapkan pada malam peringatan serangan di Gedung Capitol yang dilakukan oleh para pendukung Trump.

Dikutip dari The Guardian, (6/1/2022), angka ini hanya sedikit berubah sejak Axios menerbitkan hasil jajak pendapat sebelumnya, pada tahun 2020, sebelum serangan itu terjadi.

Pada jajak pendapat tahun 2020, sebanyak 58 persen warga AS menerima Biden sebagai pemenang sah dalam pilpres.

Baca: Joe Biden dan Vladimir Putin Berbincang Hampir 1 Jam, Apa yang Dibicarakan?

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden mengikuti acara virtual untuk bertemu dengan anggota enam unit cabang militer AS yang bertugas di seluruh dunia, 25 Desember 2021. Biden berterima kasih atas pengabdian mereka dan mengucapkan selamat Natal kepada mereka.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden mengikuti acara virtual untuk bertemu dengan anggota enam unit cabang militer AS yang bertugas di seluruh dunia, 25 Desember 2021. Biden berterima kasih atas pengabdian mereka dan mengucapkan selamat Natal kepada mereka. (ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Ketika dikalahkan oleh Biden, Trump mengatakan dia telah dicurangi.

Sejumlah penyelidikan kemudian digelar untuk memeriksa kebenaran pernyataan Trump. Hasil penyelidikan itu membantah ucapan Trump.

Kendati demikian, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa tetap ada keraguan mengenai kemenangan Biden.

"Menyedihkan melihat bahwa hal mengejutkan yang kita semua saksikan tahun kemarin [penyerangan di Capitol] belum mengubah persepsi orang," kata Laura Wronski, manajer senior untuk ilmu riset di Momentive, kepada Axios.

Selain itu, banyak warga AS memperkirakan terulangnya aksi penyerangan pada bulan Januari 2021 dalam beberapa tahun mendatang.

Baca: Pidato Natal 2021, Joe Biden Puji Ketangguhan Rakyat AS dalam Hadapi Pandemi

Jajak pendapat itu berlangsung dari tanggal 1 hingga 5 Januari 2022.

Ada sekitar 2.700 orang dewasa yang disurvei. Sebanyak 57 persen responden percaya bahwa serangan seperti itu kemungkinan akan terjadi lagi.

Sekitar 63 persen mengatakan peristiwa serangan itu setidaknya untuk sementara telah mengubah pandangan mereka tentang pemerintahan demokratis AS.

Ada sepertiga yang mengatakan perubahan itu hanya sementara.

Sementara itu, sekitar 32 persen menyebut perubahan itu permanen.

Sekitar 37 persen responden mengatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi Amerika.

Baca: Donald Trump Masih Yakin Dirinya Menang Pilpres, Klaim Covid-19 Hanyalah Kedok Kecurangan Pemilu

Baca: Donald Trump Pidato Pertama Sejak Lengser, Sesumbar Bakal Kalahkan Demokrat dan Rebut Gedung Putih

Ada 10 persen yang mengaku tidak pernah mempercayai sistem demokrasi itu. Yang lainnya, sebanyak 49 persen, mengatakan percaya.

Di antara responden yang kehilangan kepercayaan, 47 persennya mengatakan diri mereka adalah Republikan, sedangan 28 persennya Demokrat.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Joe Biden di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved