Joe Biden dan Vladimir Putin Berbincang Hampir 1 Jam, Apa yang Dibicarakan?

Pembicaran ini adalah yang kedua kalinya bagi Biden dan Putin dalam sebulan ini.


zoom-inlihat foto
Presiden-AS-Joe-Biden-berbicara-tentang-situasi-di-Afghanistan.jpg
Drew Angerer/Getty Images via AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang situasi di Afghanistan di Ruang Timur Gedung Putih pada 26 Agustus 2021 di Washington, DC.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara via telepon selama hampir 1 jam, Kamis (30/12/2021).

Pembicaraan yang diinisiasi oleh Putin ini adalah pembicaran kedua bagi kedua kepala negara itu dalam sebulan ini.

Dalam pembicaraan itu mereka membahas persoalan Ukraina yang menyebabkan hubungan AS dengan Rusia memanas.

Dikutip dari Reuters, (31/12/2021), Biden meminta Rusia mengurangi militernya yang berada di dekat Ukraina.

Sementara itu, Putin mengatakan ancamana sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya bisa menyebabkan putusnya hubungan.

"Presiden Biden menegaskan bahwa kemajuan besar dalam pembicaraan ini hanya bisa terjadi dalam suasana deskalasi alih-alih eskalasi," kata Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki dikutip dari Reuters.

Baca: Pidato Natal 2021, Joe Biden Puji Ketangguhan Rakyat AS dalam Hadapi Pandemi

Baca: Percakapan Telepon Joe Biden dan Ashraf Ghani Sebelum Afghanistan Direbut Taliban, Akan Beri Bantuan

Vladimir Putin
Vladimir Putin (Instagram/president_vladimir_putin)

AS dan Rusia dijadwalkan kembali melakukan pembicaraan tanggal 9—10 Januari mendatang.

Kemudian akan ada pembicaraan antara Rusia dan NATO tanggal 12 Januari.

Sehari setelahnya, ada konferensi lebih besar yang melibatkan AS, Rusia, dan negara-negara Eropa lainnya.

Pejabat AS dan Rusia mengatakan perbincangan Biden dengan Putin adalah pembicaraan serius.

Namun, kedua negara belum merinci adanya perkembangan signifikan ke arah resolusi atau kesepakatan.

Keberadaan 60.000 hingga 90.000 tentara Rusia di dekat Ukraina memunculkan kekhawatiran AS dan NATO.

Menanggapi langkah Rusia itu, NATO tengah bersiap dari arah barat Ukraina.

Baca: Joe Biden dan Vladimir Putin Bertemu: Bicarakan Duta Besar, Keamanan Siber, hingga Senjata Nuklir

Pekan lalu ada laporan bahwa Rusia akan menarik mundur sekitar 10.000 pasukannya.

Namun, AS tidak begitu percaya akan hal ini karena tidak ada bukti meyakinkan tentang penarikan.

AS juga telah mengerahkan pesawat milter JSTARS ke Ukraina untuk pertama kalinya pada awal pekan ini.

Biden mengulangi ancaman sanksi yang akan dijatuhkan jika Rusia memutuskan menginvasi Rusia.

Salah satu sanksi yang bisa dijatuhkan adalah diputusnya Rusia dari sistem keuangan dunia.

Menurut Putin, sanksi itu bisa memutuskan hubungan kedua negara sepenuhnya.

"Presiden kami juga menyebutkan bahwa sanksi itu [jika diberlakukan] akan menjadi sebuah kesalahan yang dianggap oleh penerus kita sebagai kesalahan besar," kata ajudan Putin, Yuri Ushakov.

Baca: Pemimpin Terakhir Uni Soviet Desak Vladimir Putin Ketemu Joe Biden, Tak Mau Sampai Ada Perang Nuklir

Pengerahan tentara yang dilakukan Rusia selama dua bulan terakhir membuat negara Barat khawatir.

Namun, Rusia menyangkal adanya rencana menyerang Ukraina. Negara Beruang Merah itu mengatakan punya hak untuk mengerahkan tentaranya di wilayahnya sesuka hatinya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved