TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona varian Omicron membuat perayaan tahun baru 2022 di sejumlah negara menjadi kurang semarak.
Kota Paris di Prancis terpaksa membatalkan pertunjukan kembang api pada malam tahun baru.
Mirip dengan Paris, London juga membatalkan perayaan secara besar-besaran.
Namun, warga nonton masih bisa melihat pertunjukan kembang api melalui televisi.
Dilansir dari Reuters, (1/1/2022), pertunjukan kembang api di London sempat direncanakan dibatalkan.
Meski demikian, pada hari Jumat pejabat mengatakan kembang api tetap ada, tetapi hanya bisa dilihat melalui layar kaca.
Kasus Covid-19 di Inggris tengah melonjak akibat cepatnya penularan varian Omicron.
Sementara itu, Kota New York di Amerika Serikat mengurangi keramaian perayaan tahun baru yang biasanya digelar di Times Square.
Baca: Natal dan Tahun Baru 2022, Warga Belum Vaksin Covid-19 Dilarang Bepergian
Tiap tahun di kota itu digelar tradisi menurunkan bola yang terbuat dari kristal pada pergantian tahun.
Namun, kali ini hanya ada sebanyak 15.000 orang yang diperbolehkan menyaksikan langsung.
Biasanya sebelum ada pandemi, jumlah penonton mencapai 58.000 orang.
New York melaporkan sebanyak 43.000 kasus konfirmasi Covid-19 pada hari Kamis lalu.
Di negeri jiran, Malaysia, pesta kembang api tahunan di atas Menara Petronas juga dibatalkan.
Sementara itu, di Belanda, polisi membubarkan ribuan orang yang berkumpul di Dam Square, Amsterdam.
Warga di Negeri Tulip itu dilarang berkumpul dengan jumlah lebih dari empat orang di luar rumah.
Baca: Aturan Baru Selama Natal dan Tahun Baru, Jam Operasional Mal dan Pusat Perbelanjaan Diperpanjang
Sementara itu, di Afrika Selatan yang kini juga menghadapi gelombang Omicorn, jam malam sempat dihilangkan demi perayaan tahun baru.
Sebelumnya, pejabat Afrika Selatan sempat mengatakan bahwa masa puncak gelombang Omicron telah selesai di negara itu.
Selain itu, tidak ada laporan adanya lonjakan kematian akibat Covid-19.
Di Madrid, Spanyol, warga mengantre berjam-jam agar bisa masuk ke Alun-Alun Puerta del Sol.
Di sana ada perayaan tahun baru, tetapi ada pengecekan keamanan, protokol kesehatan, dan kapasitas penonton hanya 60 persen dari kapasitas biasanya.