TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di Inggris, risiko seseorang menjalani rawat inap akibat varian Omicron hanya sekitar sepertiga dari Delta.
Angka ini didapatkan setelah ada analisis terhadap lebih dari sejuta kasus Covid-19 di Inggris dalam beberapa pekan terakhir.
Negeri Ratu Elizabeth itu tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona varian Omicron.
Dikutip dari Reuters, (1/1/2022), pada penghujung tahun 2021 ada laporan sebanyak 189.846 kasus baru. Jumlah ini juga mencatatkan rekor kasus harian selama pandemi.
Meski permintaan rawat inap mulai naik, pemerintah Inggris mengatakan bahwa infeksi akibat Omicron lebih ringan daripada Delta.
Jumlah pasien yang membutuhkan ranjang ventilasi mekanis juga tetap stabil hingga Desember, tidak seperti saat puncak gelombang sebelumnya.
Hasil analisis itu diterbitkan oleh Badan Jaminan Kesehatan Inggris (UKHSA), bekerja sama dengan Biostatistik MRC Universitas Cambridge.
Baca: Omicron Buat Kacau Perayaan Tahun Baru di Sejumlah Negara
Baca: WHO Khawatirkan Tsunami Varian Omicron dan Delta, Bisa Buat Faskes Tumbang
Ada sebanyak 528.176 kasus Omicron dan 573.012 kasus Delta yang dijadikan bahan analisis.
"Dalam analisis ini, risiko rawat inap lebih rendah untuk kasus Omicron dengan infeksi bergejala atau tidak bergejala setelah 2 dan 3 dosis vaksin, dengan 81 persen ... pengurangan dalam hal risiko rawat inap setelah 3 dosis dibandingkan dengan kasus Omicron pada orang yang belum divaksi," demikian pernyataan UKHSA dikutip dari Reuters, (1/1/2021).
Susan Hopkins, Kepala Penasihat Kesehatan di UKHSA, mengatakan hasil analisis itu sesuai dengan data yang menunjukkan bahwa Omicron kurang ganas dibandingkan varian lainnya.
Kendati demikian, kata Hopkins, fasilitas kesehatan masih bisa kewalahan akibat tingginya penularan.
Baca: Fakta Kasus Omicron di Indonesia, Mayoritas Sudah Divaksinasi Lengkap
Baca: Studi: Orang yang Pernah Terinfeksi Varian Omicron Akan Lebih Kebal terhadap Delta
"Masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan tentang tingkat keparahan, dan meningkatnya kemampuan menular pada Omicron, dan meningkatnya kasus pada lansia berumur di atas 60 tahun berarti kemungkinan besar akan ada tekanan yang besar pada sistem kesehatan nasional (NHS) dalam pekan-pekan mendatang," katanya.
Data pada hari Jumat menunjukkan ada sebanyak 12.395 pasien rawat inap akibat Covid-19.
Sehari sebelumnya, angka rawat inap mencapai 11.542. Angka rawat inap cenderung naik secara perlahan.
Namun, itu masih jauh di bawah puncak angka rawat inap pada bulan Januari yang mencapai 34.000.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini