TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah pemimpin negara-negara Eropa dan ilmuwan pada Jumat, (10/11/2021), menyebut Covid-19 varian Omicron bisa menjadi varian dominan di beberapa negara dalam waktu dekat
Jumlah kasus varian Omicron diperkirakan akan segera melampaui varian Delta yang kini masih dominan.
Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon bahkan memperkirakan varian ini bakal mendominasi kasus Covid-19 di negaranya dalam beberapa hari saja.
Sementara itu, dikutip dari The Washington Post, (11/12/2021), Badan Kesehatan Inggris (UKHSC) memperkirakan Omicron akan menjadi dominan di Inggris mulai pertengahan Desember tahun ini.
Jika lajunya tetap tinggi seperti ini, Omicron mungkin akan menginfeksi lebih dari satu juta orang pada akhir Desember.
Kekhawatiran akan varian ini juga disampaikan oleh Mads Albertsen, seorang profesor di Universitas Alborg, Denmark.
Baca: Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Bukti Baru Varian Omicron : Tak Timbulkan Gejala Parah
Baca: Satgas: Sampai Sekarang Belum Ditemukan Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia
Kata Albertsen, Di Denmark, Omicron dengan kecepatan penularan sekarang ini bisa menjadi dominan pada akhir pekan depan.
Omicron diketahui menyebar dengan lebih cepat daripada varian Delta.
Di Afrika Selatan, varian ini sudah menjadi dominan hanya dalam waktu sebulan setelah teridentifikasi.
"Kecepatan Omicron sangat mengejutkan," kata Linda Bauld, seorang profesor di Universitas Edinburg dikutip dari The Washington Post.
"Jika Omicron bisa melampaui Delta di Skotlandia dan Inggris, varian ini juga bisa melakukannya di mana saja," katanya.
Kendati demikian, masih ada sejumlah pertanyaan mengenai tingkat keparahan yang disebabkan varian ini.
Selain itu, ilmuwan juga masih mengira-ngira sejauh apa perlindungan diberikan oleh vaksin yang tersedia saat ini.
Baca: CDC AS: Hampir Semua Pasien Covid-19 Varian Omicron Alami Gejala Ringan
Baca: Kemenkes Bantah Kabar Ditemukannya 4 Kasus Varian Omicron di Indonesia
Gejala dilaporkan ringan
Beberapa waktu lalu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Amerika Serikat (AS) mengatakan hampir semua pasien Covid-19 varian Omicron mengalami gejala ringan.
Ini didasarkan pada data pasien varian Omicron yang berada di AS.
Per 9 Desember 2021, telah ada sebanyak 43 orang di AS yang terkonfirmasi terinfeksi corona varian Omicron.
Dilansir dari Associated Press, Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky menyebut sejauh ini hampir semua kasus varian Omicron menunjukkan gejala yang tidak parah.
Gejala yang dilaporkan umumnya batuk, hidung tersumbat, dan keletihan.
Hanya ada satu orang yang dirawat di rumah sakit, tetapi tidak ada satu pun laporan kematian.
Baca: Covid-19 Varian Omicron
Baca: Varian Omicron Menyebar di Sejumlah Negara, Pemerintah Tak Akan Buru-buru Percepat PPKM Level 3