Update Erupsi Semeru 7 Desember : Korban Jiwa 22 Orang, 22 Orang Hilang, 56 Warga Luka

Sebanyak 22 korban meninggal dunia tersebar di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 14 orang, kemudian di Kecamatan Candipuro sebanyak delapan orang.


zoom-inlihat foto
Material-awan-panas-guguran-Gunung-Semeru.jpg
KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat awan panas guguran Gunung Semeru hingga Senin (6/12/2021) pukul 20.15 WIB sebanyak 22 orang.

Sementara, 56 warga terluka, 22 orang masih dinyatakan hilang.

"Berdasarkan data terkini pada Senin (6/12/2021) pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56, hilang 22 dan meninggal dunia 22," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021), dikutip dari Kompas.com.

Abdul mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan validasi korban hilang.

"Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi," katanya.

Sebanyak 22 korban meninggal dunia tersebar di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 14 orang, kemudian di Kecamatan Candipuro sebanyak delapan orang.

"Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan delapan orang di Kecamatan Candipuro," kata Abdul.

Baca: Kisah Haru Rumini, Tak Tega Tinggalkan Ibunya saat Erupsi Semeru, Ditemukan Meninggal Berpelukan

Baca: BPBD Lumajang Tegaskan Telah Umumkan Peringatan Dini 2 Hari Sebelum Erupsi Semeru

Jumlah populasi terdampak erupsi sebanyak 5.205 orang, 2.004 di antaranya mengungsi.

Sebanyak 2.004 orang itu berada di Kecamatan Candipuro sebanyak 1.136 orang, Kecamatan Pasirian 563 orang, dan Kecamatan Pronojiwo 305 orang, danĀ mengungsi di 19 titik pengungsian.

Di Kecamatan Candipuro, warga mengungsi di Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh, Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh dan Kantor Camat Candipuro.

Di Kecamatan Pasirian, warga mengungsi di Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Alon Pasirian.

Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi
Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi (KOMPAS.com/ANDI HARTIK)

Di Kecamatan Pronojiwo, warga mengungsi di SDN Supit Urang 04, Masjid Baitul Jadid di Dusun Supit Urang, SDN Oro-Oro Ombo 3, SDN Oro-Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng di Desa Oro-Oro Ombo, Balai Desa Oro-Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2, dan di rumah-rumah kerabat di Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus yang terletak di Desa Oro-Oro Ombo.

BNPB melakukan penanganan darurat yang difokuskan ada pencarian dan evakuasi serta pelayanan dasar warga.

Sejumlah peralatan diterjunkan, termasuk menyiagakan tiga unit helikopter dan dua unit hagglund yang dapat menembus medan berat di lokasi terdampak material vulkanik.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved