Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - 1984 (Nineteen Eighty-Four) adalah novel karya George Orwell.
Novel tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Bentang Pustaka dan dicetak pertama kali pada 2003.
George Orwell adalah nama pena dari Eric Arthur Blair.
Ia merupakan seorang penulis visioner.
Novel 1984 versi bahasa Inggris terbit pertama kali pada Juni 1949.
Baca: George Orwell (Eric Arthur Blair)
Novel tersebut merupakan karya kesembilan sekaligus terakhir George Orwell.
Penghargaan #
Majalah Time memasukkan 1984 ke dalam 100 novel berbahasa Inggris terbaik sejak tahun 1923 hingga 2005.
1984 juga masuk sebagai 100 novel terbaik versi Modern Library.
Ia berada pada ranking 13 menurut editor dan ranking 6 menurut pembaca.
Selain itu, 1984 masuk ke nomon delapan dalam survei BBC bertajuk The Big Read.
BBC juga memasukkan novel tersebut ke peringkat kelima dari 100 buku yang membentuk dunia sekarang.
Baca: NOVEL - Surat Kecil untuk Tuhan
Novel 1984 mendapatkan penghargaan dari Prometheus Hall of Fame Award tahun 1984.
Novel tersebut juga difilmkan pada tahun 1984, tepat sesuai dengan judulnya.
Film 1984 disutradari oleh Michael Radford di Inggris. (1)
Sinopsis #
Novel 1984 adalah novel distopia tentang kondisi dunia di masa depan yang dipimpin oleh seorang diktator.
Setelah peluncuran 1984, banyak yang menganggap bahwa novel tersebut adalah ramalan.
Baca: Partai Komunis Indonesia (PKI)
Novel 1984 menggambarkan pemerintahan yang menggunakan alat pengawasan untuk melanggengkan kekuasaan pada sekitar tahun 1984 di London.
Di novel tersebut, pemerintah menggunakan alat bernama teleskrin.
Teleskrin digunakan untuk mengawasi warga dan mencegah tindakan makar.
Teleskrin adalah alat mata-mata yang sangat ampuh, di mana warga negara sulit sekali menghindar.
Baca: Partai Sosialis Indonesia
Teleskrin bukan hanya alat mata-mata, ia juga digunakan sebagai alat propaganda.
Cara kerjanya sama dengan Televisi.
Bedanya, teleskrin tidak bisa dimatikan, kecuali oleh pemerintah.
Ia mirip CCTV namun memiliki daya jangkauan yang lebih luas.
Karena masyarakat hidup di tengah pengawasan, maka mereka menderita.
Mereka tidak diberikan kemerdekaan untuk merasa dan berpikir.
Seluruh poros kekuasaan menerapkan sistem totalitarian sosialis.
London dipimpin oleh Big Brother (Bung Besar).
Wajah Big Brother terpampang di berbagai tempat.
Seluruh warga harus tunduk dan patuh terhadap Big Brother.
Bahkan, anak-anak kecil diajari untuk lebih taat kepada Big Brother daripada kepada orang tuanya.
Big Brother mengatur tidak hanya aktivitas, melainkan juga ekspresi wajah dan pikiran, hiburan, dan buku yang dibaca. (2)
(Tribunnewswiki.com/Yusuf)
| Penulis | George Orwell (Eric Arthur Blair) |
|---|
| Tahun terbit | 1949 |
|---|
| Negara | United Kingdom |
|---|
| Bahasa | Inggris |
|---|