Pemerintah Siapkan 6 Langkah Penyesuaian Antisipasi Lonjakan Kasus Saat Nataru, Larang Migran Pulang

Pemerintah daerah juga diimbau agar menutup semua alun-alun di daerahnya masing-masing pada Jumat (31/12/2021) hingga Sabtu (1/1/2022)


zoom-inlihat foto
malam-tahun-baru-001.jpg
Flickr/ Dennis van Zuijlekom
Ilustrasi perayaan Malam Tahun Baru


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah akan melakukan enam penyesuaian antisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Pertama, mengatur kegiatan di rumah ibadah atau gereja. Pihak rumah ibadah diminta untuk membentuk satgas sebelum menerima jemaat untuk beribadah,” ujarnya, dikutip dari laman covid19.go.id, Jumat (26/11/2021).

Satgas akan mengawasi kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) selama rangkaian ibadah dan berkoordinasi aktif dengan Satgas Covid-19 di daerah setempat.

Apabila dilaksanakan ibadah fisik, maka kapasitas keterisian ruang ibadah maksimal sebanyak 50 persen.

Meski demikian, jemaat wajib melakukan skrining kesehatan elektronik menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki rumah ibadah.

Penyesuaian kedua, yakni meniadakan mudik saat Nataru.

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mobilitasnya, baik dalam jarak dekat atau jarak jauh, seperti mudik apabila tidak mendesak,” ucap Wiku.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)

Lalu, pemerintah juga mengimbau pekerja migran Indonesia untuk menunda kepulangannya, mengingat kondisi kasus di beberapa negara lain masih tergolong dinamis.

Ketiga, mengatur perayaan Tahun Baru 2022 dan tempat perbelanjaan, dengan larangan melaksanakan acara perayaan tahun baru, mengadakan pawai dan arak-arakan, serta larangan acara yang bukan merupakan rangkaian pokok peribadatan.

“Untuk tempat makan dan minum serta bioskop hanya dapat beroperasi dari jam 09.00 hingga 22.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen,” ujar Wiku

Pemerintah daerah juga diimbau agar menutup semua alun-alun di daerahnya masing-masing pada Jumat (31/12/2021) hingga Sabtu (1/1/2022).

Penyesuaian keempat, mengatur cuti periode libur Nataru dengan melarang pengambilan hak cuti bagi aparatur sipil negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) Nomor 712, Nomor 1, dan Nomor 3 Tahun 2021.

Baca: Aturan Lengkap PPKM Level 3 Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Berlaku 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Baca: Sejumlah Imbauan Jokowi soal PPKM Level 3 dan Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jelang Natal-Tahun Baru

Kelima, penerapan sistem ganjil genap di area wisata, khususnya di kawasan lokal.

“Kapasitas operasional tempat wisata maksimal 50 persen dan pengunjung wajib skrining PeduliLindungi. Sebagai tambahan pihak penyelenggara kegiatan wisata tidak diperkenankan untuk melakukan pesta perayaan yang berisiko menimbulkan kerumunan,” ujar Wiku.

Penyesuaian keenam, penerapan sistem ganjil genap pada mobilitas masyarakat umum.

Pemerintah memberlakukan syarat tes untuk perjalanan Covid-19 negatif dan melakukan krining dengan PeduliLindungi kepada masyarakat yang hendak masuk ke fasilitas publik.

Fasilitas publik dan kegiatan masyarakat lainnya akan mengikuti aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, termasuk peniadaan kegiatan seni budaya ataupun olahraga untuk mengurangi potensi kerumunan.

“Khusus terkait kawasan tempat tinggal warga, pengawasan kedisiplinan prokes akan dilakukan oleh Posko check point yang terdiri dari unsur Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), TNI, dan Polri,” imbuh Wiku.

Kemudan, penyesuaian lainnya adalah terkait sektor pendidikan.

Wiku mengimbau pihak sekolah untuk tidak meliburkan aktivitas pembelajaran dan menetapkan jadwal pembagian rapot pada Januari 2022 guna mencegah penularan Covid-19 pada anak-anak karena bepergian.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved