Ada Kasus Varian Delta Plus di Malaysia, Pemerintah Diingatkan Perketat Perbatasan

Kementerian Kesehatan Malaysia mengonfirmasi dua kasus pertama Covid-19 subvarian Delta AY.4.2


zoom-inlihat foto
1-Varian-delta.jpg
The Scotsman
Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengimbau pemerintah untuk segera memperketat perbatasan dan melacak negara-negara yang sudah ada varian Delta Plus.

Pasalnya, varian tersebut telah terdeteksi di Malaysia.

"Pemerintah mengonfirmasi varian Delta Plus lebih berbahaya sehingga perlu dilakukan pengetatan secara temporer dari negara-negara yang tinggi tingkat penyebaran varian Delta Plus," kata Kurniasih dalam siaran pers, Kamis (11/11/2021), dikutip dari Kompas.com.

Kurniasih mengatakan, pemerintah telah menetapkan bahwa waktu karantina kedatangan dari luar negeri cukup 3x24 jam.

Maka perbatasan dan pelacakan juga mesti diperketat.

Menurutnya, pengurangan waktu karantina dapat menjadi titik lemah masuknya varian-varian baru ke Indonesia.

Dirinya memberi contoh, terdeteksinya kasus Delta Plus di Malaysia dibawa dari pelajar yang bersekolah di Inggris.

Meski sempat terdeteksi negatif saat tes PCR pertama, namun sang pelajar tersebut terkonfirmasi terkena varian Delta Plus saat menjalani karantina.

"Nah jika karantina kita diperpendek ada kemungkinan lebih besar masuknya varian Delta Plus ini lebih mudah," kata Kurniasih.

Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta
Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta (The Scotsman)

Di samping ancaman varian baru dari luar negeri, Kurniasih juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi gelombang ketiga penularan Covid-19 usai pelonggaran di dalam negeri.

Hal itu ia sampaikan berkaca dari kenaikan tren kasus di 155 kabupaten/kota dalam satu minggu terakhir.

"Nampaknya memang harus diwaspadai betul datangnya gelombang ketiga. Karena pada saat yang sama, pelonggaran sudah terjadi dimana-mana dan banyak sektor," kata dia.

Baca: Fakta Vaksin Zifivax, Ampuh Lawan Covid-19 Varian Delta, Efikasi Capai 81,51 Persen

Baca: Benarkah Corona Varian Mu Lebih Ganas dari Delta? Simak Penjelasan Satgas Covid-19

Maka, dirinya meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyiapkan skenario jika terjadi kenaikan kasus yang cepat akibat pelonggaran dan varian Delta Plus.

Terpisah, Kementerian Kesehatan Malaysia mengonfirmasi dua kasus pertama Covid-19 subvarian Delta AY.4.2, merupakan kasus impor dari pelajar yang kembali dari Inggris.

Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, kasus tersebut terdeteksi saat kedua pelajar tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 2 Oktober 2021.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved